Kapolda Papua & Pangdam Cenderawasih cek lokasi pembakaran musala
Kondisi terkini di lokasi sendiri sudah mulai kondusif.
Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahaan, mendatangi Desa Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Sabtu (18/7) pagi. Dengan menggunakan pesawat Trigana, keduanya guna menelusuri insiden pembakaran musala, rumah, dan kios yang terjadi pada Jumat (17/7) pagi.
"Saat ini kedua pimpinan di bidang keamanan sudah berada di Karubaga," kata Kapolres Tolikara AKBP Suroso, Sabtu (18/7).
Menurut Suroso, kondisi Tolikasa sendiri kini relatif terkendali namun tetap bersiaga. Aktivitas warga mulai normal namun sekitar 150 orang masih menggungsi di Koramil Karubaga.
Seperti diketahui, perayaan Idul Fitri 1436 Hijriah tercoreng insiden pembakaran Musala Baitul Mutaqin di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. Sekelompok massa menyerang jamaah yang sedang melaksanakan Salat Id di lapangan Makoramil 1702-11/Karubaga. Massa meminta Salat Id yang digelar di ruang terbuka dihentikan. Akibatnya terjadi kepanikan. Pihak kepolisian membubarkan massa dengan tembakan.
Insiden itu memakan korban jiwa dan harta benda. Dari data yang dihimpun merdeka.com, 11 orang terkena tembakan polisi. Satu di antaranya menghembuskan napas terakhir saat dibawa menuju Rumah Sakit di Jayapura. Selain korban jiwa, sebuah musala juga hangus terbakar. Sebanyak 11 kios milik warga ludes dilalap di jago merah.
Baca juga:
Menteri Agama minta insiden pembakaran musala di Papua diusut tuntas
Minta maaf, tokoh agama Papua sesalkan pembakaran musala di Tolikara
Gelombang seruan damai sikapi insiden pembakaran musala di Papua
Presiden GIDI sebut isi surat edaran larangan Salat Id itu keliru
Soal pembakaran musala di Papua, MUI serukan tak perlu membalas
Detik-detik menegangkan insiden pembakaran musala di Papua
Ini nama korban insiden pembakaran musala di Papua