Kapolda Metro: Sekarang jalan kampung macet, Sabtu Minggu juga
Warga Kota Jakarta masih memiliki ketergantungan akan kepemilikan kendaraan pribadi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan kemacetan sudah menjadi penyakit kronis di Ibu kota. Pasalnya, warga Kota Jakarta masih memiliki ketergantungan akan kepemilikan kendaraan pribadi.
"Masalah kemacetan di Jakarta ini merupakan problem utama. Kemacetan tidak pernah selesai dari ini, ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Jakarta tak akan lepas dari kemacetan kalau begini terus," ujar Kapolda usai peresmian Kantor Samsat di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/9).
Hal itulah, lanjut Kapolda, yang membuat kemacetan tak hanya terjadi di sejumlah ruas jalan utama Ibu kota, melainkan di jalan yang melewati perkampungan pun turut terjadi penumpukkan kendaraan.
"Masalah kemacetan ini masif. Macet semakin hari semakin jadi, bukan lagi di tempat tertentu seperti di Semanggi, sekarang jalan kampung juga macet. Bahkan Sabtu Minggu pun macet," tuturnya.
Kapolda mengakui pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Dinas Perhubungan dan Transportasi Pemprov DKI di mana ditarik kesimpulan beberapa faktor penyebab mengularnya kendaraan di jalanan Ibu kota.
"Ada tiga permasalahan, yaitu tingkat jumlah kendaraan yang semakin meningkat pesat dengan deret ukur berkelipatan 2,4,8,16 dat. Kedua, infrastruktur jalan. Dan ketiga budaya masyarakat," jelasnya.
Dari ketiga faktor tersebut, lanjut Kapolda, yang membutuhkan perhatian khusus yakni budaya masyarakat, di mana saat ini pengendara sudah tak lagi patuh akan rambu-rambu lalu lintas yang ada. "Ini cara kita, soft dan penindakan bersama Satgas gabungan Dirlantas, terhadap contra flow, parkir liar dan lainnya. Semua secepat mungkin harus diatasi," paparnya.
Tak hanya itu, Kapolda menilai, untuk membuat warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, dibutuhkan jaminan keselamatan dari angkutan tersebut. Pasalnya, dewasa ini tak sedikit ditemui sopir angkutan umum yang mengendarai kendaraannya dengan ugal-ugalan.
"Tiga hari lalu, kejadian kopaja menabrak GO-JEK di Warung Buncit, Jakarta Selatan. Artinya, ini puncak gunung es, pengelolaan sistem transportasi publik yang tidak pas. Pasalnya, sopir bilang remnya enggak jalan. Berarti ini ada problem masalah. Selain itu, 2-3 pekan lalu, pemerkosaan di atas transportasi publik, ini melibatkan keamanan di transportasi publik," tutupnya.(mdk/rhm)