Kapolda: Kalau Bendungan Jatiluhur diledakkan lebih besar dari WTC
Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan jika pelaku terduga teroris tak ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, maka ledakan akan lebih besar dari kasus bom World Trade Center (WTC) di Amerika Serikat.
Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan mengatakan jika pelaku melakukan teror di Bendungan Jatiluhur efeknya akan sangat mengerikan. Dia menilai ledakan akan lebih besar dari kasus teror di World Trade Center (WTC) Amerika Serikat, pada 11 September 2001 lalu.
"Coba kalau bendungan ini diledakan kemungkinan kasusnya lebih besar dibanding WTC sehingga banyak yang akan menjadi korban karena ruang lingkup Jatiluhur sangat dekat dengan Purwakarta, Bandung dan Karawang," kata Irjen Anton di Purwakarta, Minggu (25/12).
Selain itu, lanjut dia pihaknya sudah menyampaikan peringatan terhadap pelaku untuk menyerahkan diri. Namun pelaku justru menyerang aparat dengan senjata tajam.
"Kita sebelumnya sampaikan untuk menyerah tapi justru menyerang. Yang tidak menyerang kan selamat dan tertangkap dalam keadaan sehat walafiat," ujarnya.
Seperti diketahui, dua teroris Rizal alias Abu Arham (29), warga Randu Kurung Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat dan Ivan Ragmat Syarif (28) warga Mulya Tani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sudah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua.
Dua lainnya Abu Sovi alias Abu Azis alias Mas Brow, warga Jalan Tipar, Kecamatan Kota Wariungin, Kabupaten Bandung dan Abu Faiz, warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tewas di tempat.
Baca juga:
Kapolda Jabar: Ditemukan surat terduga teroris siap jadi 'pengantin'
Begini kronologi penangkapan 4 teroris sembunyi di rumah apung
Sebelum digerebek, dua teroris sempat mancing di Waduk Jatiluhur
2 Teroris ditangkap di rumah apung Purwakarta dibawa ke Mako Brimob
Penangkapan terduga teroris di Purwakarta diwarnai baku tembak
Polisi tangkap 4 orang terduga teroris di Purwakarta