Kapal terbalik diduga kelebihan muatan, 1 korban lagi ditemukan
Kapal terbalik diduga kelebihan muatan, 1 korban lagi ditemukan. Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah dilakukan pencarian, satu penumpang kapal motor (jukung) yang terbalik akhirnya ditemukan tewas. Diduga, kejadian itu akibat kapal kelebihan muatan.
Korban diketahui bernama Suparman (30), warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Korban ditemukan tak jauh dari lokasi di perairan Sungai Hantu, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (20/2) pagi. Jasadnya kini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang.
"Korban telah ditemukan, kondisinya tewas. Total yang tewas jadi tiga orang," ungkap Kapolres Banyuasin, AKBP Andri Sudarmadi.
Menurut dia, dari pemeriksaan saksi, kapal tersebut membawa penumpang lebih dari muatan yang berjumlah 17 orang. Ombak setinggi dua meter membuat kapal itu oleng dan terbalik.
"Dugaan awal kelebihan muatan," ujarnya.
Dia mengatakan, serang (pengemudi) kapal bernama Yanto (37) warga Desa Kualo Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, telah diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kelengkapan kapal.
"Sudah kita amankan, statusnya masih saksi. Tapi jika ada kelalaian akan dijadikan tersangka," kata dia.
Diketahui, kapal motor yang membawa pulang 17 karyawan PT CLS terbalik setelah dihantam ombak saat melintas di muara Sungai Hantu, Banyuasin, Minggu (19/2) malam. Dari kejadian itu, 14 penumpang selamat, 2 tewas dan satu penumpang lagi masih dalam pencarian. Korban tewas adalah pasangan suami istri, Mustofa (43) dan Suminen (41) yang merupakan warga Gurung Mali, Kecamatan SEI Tebelian, Kalimantan Barat.(mdk/cob)