LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Saat Perintah Peluncuran Torpedo

Kapuspen TNI Mayjen TNI Ahmad Riad menjelaskan, dioperasikannya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali untuk latihan tempur.

2021-04-22 10:06:16
Kapal Selam Hilang Kontak
Advertisement

Kapuspen TNI Mayjen TNI Ahmad Riad menjelaskan, dioperasikannya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali untuk latihan tempur. Kapal buatan Jerman tahun 1979 diketahui hilang kontak saat perintah peluncuran torpedo.

"Peluncuran torpedo nomor delapan merupakan komunikasi terakhir, pada pukul 04.25 waktu setempat, (Rabu 21 April 2021). Jadi saat komandan gugus tugas akan memberikan otorisasi penembakan torpedo," kata Ahmad dalam jumpa pers daringnya, Kamis (22/4).

Saat komunikasi terputus, awak TNI lain langsung bergerak. Sejumlah kapal langsung diterjunkan ke titik lokasi kapal selam.

Advertisement

"TNI AL telah kerahkan berbagai KRI untuk bantu berbagai pencarian dan memastikan keadaan yg sebenarnya dari KRI Nanggala 402," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kapal selam belum ditemukan. Hanya saya, koordinat titik hilangnya kapal memang sudah dipetakan.

"Jadi sementara informasi yang ada baru hanya informasi yang bisa meyakinkan lokasi KRI Nanggala," kata Ahmad.

Advertisement

Dia menjelaskan, kemarin terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapai lokasi yang berbeda temuan tersebut terlihat secara visual. Temuan itu terlihat oleh Heli Panther AS4211 posisi 07 derajat 49 menit 74 detik Lintang Selatan 114 derajat 50 menit 78 detik bujur timur radius 150 meter.

KAL Bawean juga menemukan tumpahan minyak tapi lokasi tidak dilaporkan. Selanjutnya, KRI RE Martadinata melaporkan juga menemukan di posisi 07 derajat 51 menit 92 detik Lintang Selatan kemudian 114 derajat 51 menit 77 detik bujur timur area sama seluas kurang lebih 150 meter.

"KRI REM melaporkan secara lisan telah terjadi deteksi di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot kontak tersebut kemudian hilang, sehingga mati, tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam," tegas Ahmad.

Namun temuan-temuan tersebut belum bisa menjadi dasar atas penemuan keberadaan KRI Nanggala.

"Jadi saya ulangi lagi, kita semua dari laporan KREM itu tidak bisa digunakan data atau kedudukan lokasinya KR."

Ahmad berjanji, informasi lebih rinci nantinya baru akan diungkap sore ini. Sebab, saat ini pencarian tengah dimaksimalkan oleh seluruh armada pencarian dimiliki oleh TNI.

"Jadi detilnya semoga nanti sore sudah ada, karena ada tahapan-tahapan pencariannya jadi kita belum memastikan detil untuk saat ini," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkap titik kordinat hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 telah diketahui.

"Titik kordinat hilangnya, sekitar 95 kilometer sebelah Utara dari Pulau Bali," tulis Julius dalam pesan tertulis, Rabu 21 April 2021.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kronologi Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali
Mengenal KRI Nanggala 402, Kapal Selam Andalan TNI yang Hilang di Perairan Bali
TNI: Belum Ada Informasi Lokasi Kapal Selam KRI Nanggala
Amerika hingga Jerman Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402
Ini Potret Letkol Laut Heri Oktavian, Komandan Kapal Selam yang Hilang Kontak

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.