LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapal muatan minuman tenggelam, nakhoda dan koki hilang di laut

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto menerima informasi telah terjadi kecelakaan laut, kapal tenggelam di dekat selatan Pulau Sayak, yang disebabkan karena empasan gelombang tinggi air laut. 6 orang penumpang ditemukan, dan 2 lainnya masih hilang di laut.

2017-05-30 20:47:00
Kapal Tenggelam
Advertisement

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto menerima informasi telah terjadi kecelakaan laut, kapal tenggelam di dekat selatan Pulau Sayak, yang disebabkan karena empasan gelombang tinggi air laut. 6 orang penumpang ditemukan, dan 2 lainnya masih hilang di laut.

Danlantamal IV Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno memerintahkan Lanal terdekat untuk melakukan bantuan SAR.

"Kapal Surya Mentari II itu bertonage 111 GT merupakan jenis Kapal Layar Motor (KLM) cargo, berbendera Indonesia dengan nahkoda Mangandro, membawa muatan 25.000 kotak minuman kaleng serta ABK 8 orang," ujar Kolonel Eko, Selasa (30/5).

Peristiwa Kapal Surya Mentari II itu bertolak dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun dengan tujuan Pangkal Balam Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan muatan minuman kaleng.

"Kapal itu sempat di periksa oleh KRI Halasan - 630 di perairan Dabo Singkep, karena dokumen kapal lengkap maka kapal diperbolehkan melanjutkan pelayaran," katanya.

Seharusnya sesuai dengan waktu pelayaran Sabtu 27 Mei 2017 sesuai jadwal KLM Surya Mentari II tiba di Pelabuhan Pangkal Balam. Namun kapal tersebut belum tiba dan pemilik kapal Ahau tidak bisa komunikasi dengan nahkoda kapal tersebut.

"Selanjutnya KM Jaya Abadi milik CV Sanjaya Fishery akan melaksanakan pelayaran ke Moro Tanjung Balai Karimun," ujarnya.

Karena trek pelayaran dengan KLM Surya Mentari II sama, maka Ahau sang pemilik minta tolong kepada Nahkoda KM Jaya Abadi untuk memantau keberadaan KLM Surya Mentari II. Dan jika menemukan keberadaan KLM Surya Mentari II agar segera menginformasikan kepada Ahau.

Muncul kecurigaan pada hari Minggu tanggal 28 Mei 2017 pukul 09.00 Wib Nahkoda KM Jaya Abadi melintas di jalur pelayaran (trek) yang sama. Melihat banyak minuman kaleng terapung di perairan Pulau Saya Dabo Singkep, Nahkoda KM Jaya Abadi melaporkan penemuannya tersebut kepada ke pemilik Ahau.

Sehingga pada hari Minggu malam sang pemilik Ahau melaporkan kejadian tersebut ke Posal Pos Angkatan Laut Pangkal Balam dengan dugaan sementara bahwa KLM Surya Mentari II mengalami laka laut di sekitar perairan Pulau Sayak.

"Penyebab kecelakaan karena faktor cuaca buruk. Mengetahui kejadian tersebut Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Kristianto bergerak cepat berkoordinasi dan memerintahkan ke jajaran Pos Angkatan Laut diwilayahnya agar menghimpun informasi dari nelayan disekitar lokasi terhadap laka laut tersebut," katanya.

Sampai saat ini kegiatan posko SAR di Pos Pengamat Dabo melaksanakan pengumpulan informasi dari kapal nelayan yang melintas. Petugas menggunakan Patkamla Kuala Gaung bersama pihak kepolisian untuk patroli di laut namun terkendala cuaca di sekitar Dabo Singkep angin kencang dan berombak.

Dari hasil keterangan sementara dari KKM Tjahyo korban yang berhasil diselamatkan tim gabungan adalah, Tjahyo (KKM), Aria (Kelasi), Suhendi Priyatno (Kelasi), Bagus Tri Saputra (Kelasi), Wahid Mutako (Kelasi), Darwis (Kelasi).

"Saat ini 6 orang korban berada di Pospolair Sungsang Sumsel. Sedangkan korban yang belum ditemukan Mangandro (Nahkoda), Firmansyah (koki) masih dalam pencarian SAR gabungan," ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan seluruh jajaran SAR gabungan masih terus membantu pencarian 2 korban yang belum ditemukan. Namun terkendala cuaca yang kurang bersahabat.

"Diperkirakan kapal sudah bergeser dari titik semula diakibatkan arus laut yang derasal ini dari indikasi banyaknya muatan yang hanyut berserakan di laut," pungkasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.