LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapal Logistik Pilkada Bintan Dihantam Gelombang di Perairan Marapas

Anggota KPU Bintan Haris Daulay, di Bintan, Minggu, menjelaskan, KM Sabuk Nusantara 80 tersebut mulai berlayar dari Pelabuhan Kijang menuju Pulau (Kecamatan Tambelan) pada Sabtu (5/12) pukul 13.00 WIB.

2020-12-06 20:03:00
Kapal
Advertisement

Kapal Motor Sabuk Nusantara 80 yang mengangkut logistik untuk Pilkada Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau terpaksa kembali ke Pelabuhan Kijang setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Marapas.

Anggota KPU Bintan Haris Daulay, di Bintan, Minggu, menjelaskan, KM Sabuk Nusantara 80 tersebut mulai berlayar dari Pelabuhan Kijang menuju Pulau (Kecamatan Tambelan) pada Sabtu (5/12) pukul 13.00 WIB.

Setelah tiga jam perjalanan, kapal dihantam gelombang tinggi di Perairan Marapas sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan kembali ke Pelabuhan Kijang. Kapal tiba di Pelabuhan Kijang pada pukul 19.00 WIB.

Advertisement

"Kami mendapatkan informasi itu semalam dari pihak Pelni, kemudian mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan logistik dan mendistribusikan logistik tersebut dengan cara lainnya," ujarnya dilansir Antara, Minggu (6/12).

Haris mengemukakan KPU Bintan telah memindahkan logistik Pilkada Bintan dan Kepri itu ke gudang logistik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

KPU Bintan beserta pemerintah setempat dan pihak kepolisian telah mengambil opsi agar logistik dapat didistribusikan tepat waktu atau paling lambat H-2 pemungutan suara. Alternatif yang diambil yakni menggunakan Pesawat Susi Air untuk mendistribusikan logistik pilkada tersebut.

Advertisement

Rencana itu potensial dilaksanakan lantaran Tambelan sudah memiliki bandara untuk pesawat yang berukuran relatif kecil. KPU Bintan masih melakukan koordinasi dengan pihak maskapai Susi Air, termasuk membahas soal biaya distribusi dengan menggunakan pesawat itu.

Volume logistik yang didistribusikan ke Tambelan juga harus dikurangi jika menggunakan pesawat kecil. Untuk mengurangi beban logistik pilkada, KPU Bintan kemungkinan mengurangi jumlah cairan sabun dan disinfektan.

Ember yang digunakan untuk menampung air bersih juga tidak diangkut. Sementara kotak suara dalam posisi belum dirakit sehingga tidak memakan tempat.

"Sepertinya jalan satu-satunya harus menggunakan pesawat untuk mendistribusikan logistik pilkada tersebut karena waktunya sudah sangat dekat. Kalau menggunakan kapal memakan waktu selama sehari," ujarnya.

Baca juga:
Survei SMRC: 64 Persen Warga Ingin Pilkada 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
VIDEOGRAFIS: Panduan Mencoblos di TPS Pilkada Saat Pandemi Covid-19
51 Petugas Bawaslu Kabupaten Bandung Terkonfirmasi Positif Covid-19
Ketua KPU Situbondo Positif Covid-19, Gelaran Pilkada Bisa Diambil Alih Provinsi
Pangdam Mayjen Dudung dan Kapolda Irjen Fadil Imran Tengok Kesiapan Pilkada Depok

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.