Kapal ditumpangi WNI karam di laut Malaysia, 2 tewas & 11 hilang
Informasi terbaru diperoleh pukul 09.18 WITA pagi ini, di tengah upaya penyisiran perairan, tim Basarnas pos SAR Nunukan, kembali menemukan 1 jenazah perempuan. "Sekarang dalam proses evakuasi tim Basarnas, menuju Sungai Nyamuk," tambah Octavianto.
Kapal yang ditumpangi 15 WNI terbalik dan karam di perairan Batu Payung, Tawau, Malaysia, Rabu (8/2). Hingga pagi ini, selain 2 orang pasangan suami istri dilaporkan selamat, 2 orang lainnya ditemukan tewas dan 11 lainnya masih dicari.
Keterangan dilansir Basarnas Kaltim-Kaltara kantor SAR Balikpapan, 2 orang yang juga pasangan suami istri itu diketahui bernama Budiman Muslimin dan Hasmida Masaniaga, yang kini menjalani perawatan di Tawau Hospital. Sementara 2 orang ditemukan tewas belum diketahui identitasnya.
11 Orang lagi yang masih belum ditemukan adalah Amirudin Bedurre (57), Handra Hadda (40), Taqi Muhammad Zaki (7), Muhammad Faiz (6), Nurhafiza (2), serta Muhammad Ashraf (6), merupakan satu keluarga dari Sebatik, Nunukan Kalimantan Utara.
"Keterangan diperoleh tim pos SAR Nunukan, mereka rencananya mau ke Parepare hari ini, untuk liburan, berangkat dari Nunukan," kata Kasi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Octavianto, dalam keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (9/2).
"Sementara 5 orang lainnya yang berada di atas kapal yang karam itu, identitasnya masih belum diketahui jelas," ujar Octavianto.
Informasi terbaru diperoleh pukul 09.18 WITA pagi ini, di tengah upaya penyisiran perairan, tim Basarnas pos SAR Nunukan, kembali menemukan 1 jenazah perempuan. "Sekarang dalam proses evakuasi tim Basarnas, menuju Sungai Nyamuk," tambah Octavianto.
Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi Rabu (8/2) kemarin. Sebuah kapal speedboat, yang berangkat dari Tinagat Tawau di Malaysia sekira pukul 17.15 WITA menuju Sungai Nyamuk di Sebatik Indonesia bermuatan 15 orang penumpang WNI, terbalik dan tenggelam di perairan antara Batu Payung Malaysia dengan Sungai Melayu di Indonesia, sekira pukul 17.35 WITA, usai dihantam gelombang tinggi.
Dua penumpang yang berenang menggunakan jaket pelampung, berhasil diselamatkan nelayan di Batu Payung, hingga akhirnya dirawat di Tawau Hospital. Tim SAR gabungan di Indonesia yang dipusatkan di Sungai Nyamuk baik dari Basarnas, Polair, dan TNI, melakukan pencarian sejak malam tadi, bersama dengan tim SAR Malaysia.(mdk/dan)