LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kantor JNE Semarang digerebek, 26 gram sabu disita

Sabu itu dikirim dari Kota Malang, Jatim. Untuk mengelabuhi, paket itu bertuliskan suplemen.

2012-06-30 18:47:17
Kasus Narkoba
Advertisement

Petugas gabungan Sat Resnarkoba Polda Jateng dan Polrestabes Semarang menggerebek kantor jasa pelayanan paket JNE di Jalan Kiai Saleh Kota Semarang, Jawa Tengah. Hasilnya, paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 26 gram yang merupakan kiriman dari Kota Malang, Jatim berhasil disita.

Berdasarkan sumber merdeka.com di Mapolda Jateng, penggrebekan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa telah terjadi pengiriman paket sabu dari Kota Malang, Jatim. Pengiriman itu dilakukan lebih dari sekali melalui kantor jasa pelayanan paket JNE. Pengirim paket tersebut juga sudah lama menjadi target operasi karena sering mengirimkan barang yang sama dengan tujuan Kota Semarang.

"Sebetulnya informasi kalau ada pengiriman sabu melalui jasa peket JNE itu sudah lama, tapi kita tidak mau gegabah. Kebetulan kita mendapatkan informasi kalau ada pengiriman lagi keSemarang, kemudian kita pantau," ujar sumber di Polda yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (30/6).

Informasi tersebut ditindaklanjuti, dengan melakukan pengawasan dan pemantauan di kantor JNE sejak Jumat (29/6) pukul 12.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, paket yang dimaksud datang dan sebelum masuk gudang untuk disortir oleh petugas JNE, polisi melakukan pemeriksaan dan ditemukan paket dimaksud yang ternyata benar berisi SS.

"Dalam resi pengiriman barang itu bertuliskan suplemen, dan menurut kabar, pengiriman barang sejenis sudah sering dilakukan dengan tujuan pengiriman yang berbeda. Bahkan, pengirimnya, katanya sudah langganan di JNE Malang," tambahnya.

Sumber tadi memperkirakan karena pengiriman paket dari Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya hanya bisa melalui jalan darat. Terkait jarangnya petugas kepolisian yang saat ini jarang sekali melakukan razia kendaraan. Apalagi mobil tersebut bertuliskan paket ekspedisi. Besar kemungkinan pengiriman narkoba mungkin dirasa aman oleh pengirim danpenerima paket.

"Pengiriman dari Jawa Timur ke Kota Semarang melalui jalan darat, sehingga dirasa aman oleh pengirimnya. Si pengirim dengan modus membohongi petugas paket saat melakukan pengiriman," tuturnya.

Saat ini, masih dilakukan upaya penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait penggrebekan kantor paket JNE di Kota Semarang itu. Terutama terhadap penerimanya yang jelas -jelas tercatat di JNE. Namun, apakah sang pengirimnya nama asli atau samaran, pihaknya belum bisa memastikan.

Dir Resnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mendapatkan laporan dari Polrestabes Semarang. Dan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polrestabes Semarang. Sebab proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Polrestabes Semarang.

"Saya belum tahu, karena Polrestabes Semarang belum laporan ke saya," pungkasnya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.