Kantor Bupati Bulungan Terbakar Hebat, Petugas Damkar Terluka Saat Pemadaman
Kebakaran hebat melanda Kantor Bupati Bulungan di Kalimantan Utara pada Rabu malam, menyebabkan seorang petugas pemadam kebakaran terluka dan menarik perhatian publik.
Kebakaran hebat melanda bangunan Kantor Bupati Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), pada Rabu malam (20/5) sekitar pukul 21.00 Wita. Insiden ini menyebabkan salah seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Bulungan mengalami luka akibat pecahan kaca. Api yang membara dengan cepat menarik perhatian warga dan memicu respons darurat dari berbagai pihak.
Petugas Damkar bernama Nurdin terluka pada dua jarinya saat berupaya memadamkan api dan menghindari pecahan kaca yang berjatuhan. Ia segera mendapatkan perawatan dari Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulungan di lokasi kejadian. Kejadian ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para pahlawan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
Hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.00 Wita, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Berbagai armada pemadam kebakaran dan personel gabungan dikerahkan untuk mengatasi situasi darurat ini. Proses pemadaman berlangsung dramatis dengan api yang melahap ruang kerja bupati dan wakil bupati.
Kronologi dan Upaya Pemadaman Kebakaran Kantor Bupati Bulungan
Kebakaran besar melanda Kantor Bupati Bulungan pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00 Wita. Api terlihat pertama kali dari bagian belakang bangunan utama, kemudian dengan cepat membesar dan membakar ruang kerja bupati serta wakil bupati Bulungan yang berada di Jalan Jelarai Raya, Kelurahan Tanjung Selor Hilir.
Berbagai armada pemadam kebakaran dari Kabupaten Bulungan segera dikerahkan ke lokasi. Nurdin, salah satu petugas Damkar, menyatakan bahwa semua armada turun, termasuk delapan unit dari Markas Jalan Katamso dan dua unit yang siaga di kecamatan terdekat.
Selain Damkar Bulungan, bantuan juga datang dari mobil Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Armoured Water Cannon (AWC) Polda Kaltara serta Polresta Bulungan. Armada damkar dari Bandara Tanjung Harapan dan TNI AD juga turut membantu. Kolaborasi antarinstansi ini sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks.
Sekitar pukul 22.00 Wita, api semakin membesar dan membakar ruang kerja bupati dan wakil bupati. Namun, berkat kerja keras tim gabungan, api mulai berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 Wita. Meskipun demikian, petugas tetap berjaga dan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul.
Petugas Terluka dan Respons Tim Medis dalam Penanganan Kebakaran
Dalam insiden Kebakaran Kantor Bupati Bulungan ini, seorang petugas pemadam kebakaran bernama Nurdin mengalami luka ringan. Nurdin terluka pada dua jarinya akibat pecahan kaca saat berupaya melindungi diri dari reruntuhan. “Saya tadi menghindari pecahan kaca dari atas agar tidak jatuh ke badan dengan tangan,” ujar Nurdin. Ia langsung mendapatkan penanganan medis dari Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) di lokasi kejadian.
Nurdin, yang saat itu tidak sedang dalam jadwal piket, langsung bergegas menuju lokasi setelah mendengar kabar kebakaran melalui radio. “Tadi saya lagi makan di rumah dan sedang tidak piket, tapi saat mendengar radio ada 65 (kebakaran) di Kantor Bupati, saya langsung jalan,” katanya. Dedikasi para petugas pemadam kebakaran terlihat jelas, di mana banyak dari mereka yang tidak piket pun turut serta membantu.
Tim PMI Kabupaten Bulungan dan PMI Provinsi Kaltara mengerahkan 14 personel serta tiga unit ambulans ke lokasi kebakaran. “Anggota PMI Provinsi Kaltara dan Kabupaten Bulungan sebanyak 14 orang yang turun dan ada tiga unit ambulans kita siagakan di lokasi kebakaran,” ujar Kepala Markas PMI Kabupaten Bulungan, Tono. Kehadiran tim medis sangat penting untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban atau petugas yang membutuhkan.
Penyelidikan Lanjut dan Dampak Sosial Kebakaran Kantor Bupati Bulungan
Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti Kebakaran Kantor Bupati Bulungan masih belum dapat dipastikan. Petugas kepolisian dari Polresta Bulungan sedang melakukan penyelidikan intensif di lapangan. Mereka mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi mata dan bukti-bukti lain untuk mengungkap pemicu insiden ini.
Kebakaran ini menarik perhatian banyak warga Tanjung Selor, yang berbondong-bondong datang ke lokasi. Kehadiran masyarakat yang cukup banyak sempat menghambat mobilitas armada pemadam kebakaran. Petugas keamanan dan damkar berulang kali harus meminta warga untuk mundur dan tidak menghalangi jalan. “Mundur-mundur. Jangan nonton,” kata petugas damkar dan petugas keamanan.
Salah satu warga, Suminah, seorang petugas kebersihan di Kantor Bupati Bulungan, mengaku terkejut dan sedih melihat tempat kerjanya terbakar. Ia langsung bergegas ke lokasi setelah melihat api dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter. “Baru saja melihat tadi saya langsung ke sini. Karena api kelihatan dari rumah,” ujar Suminah. Peristiwa ini tentu membawa duka bagi para pegawai dan masyarakat Bulungan.
Sumber: AntaraNews