LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kantor BP3TKI Jateng dirampok, RP 120 juta raib

Kawanan rampok bersenpi itu menyekap tiga petugas keamanan sebelum mengobrak-abrik kantor dan membongkar dua brankas.

2012-06-25 12:38:20
Perampokan
Advertisement

Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Jawa Tengah, disatroni kawanan rampok bersenjata api serta senjata tajam. Uang senilai Rp 120 juta ikut raib digondol rampok.

Perampok berhasil masuk ke kantor yang terletak di Jalan Kalipepe III Nomor 64, Pudak Payung, Banyumanik, Semarang, itu sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Mereka masih setelah memecahkan pintu kaca di ruang pelayanan.

Dari informasi yang dikumpulkan merdeka.com di lapangan, kawanan rampok itu berjumlah lima orang. Sebenarnya, kantor saat itu sedang dijaga oleh tiga orang petugas keamanan. Namun, mereka sedang asyik menonton sepak bola yang disiarkan langsung di televisi.

Abdul Ghani (46) yang merupakan salah satu penjaga di kantor itu menuturkan, saat sedang asyik menonton bola di satu ruangan tiba-tiba mereka mendengar kaca pecah.

"Waktu itu kita sedang nonton bola. Tiba-tiba terdengar suara kaca dipecah. Karena itu saya keluar ruangan untuk mengecek, tapi saya langsung ditodong pistol dan diikat tangan saya dari belakang dan mata saya ditutup lakban," cerita Abdul Gani saat ditemui di lokasi.

Usai menyekap Abdul Ghani, para perampok langsung masuk ke kantor dan menyekap dua penjaga lainnya dengan mengikat tangan mereka serta menutup mata dengan lakban. Ketiga penjaga yang sudah dalam kondisi terikat, dikumpulkan di salah satu ruangan kantor. Kondisi yang demikian membuat kawanan rampok leluasa menguasai brankas tempat uang itu disimpan.

"Setelah kita disekap, kita tidak tahu lagi para pelaku beraksi di kantor. Hanya saja kita mendengar suara agak berisik saat mereka masuk dan membongkar brankas berisi uang," tambah Abdul Ghani.

Meski ketiga penjaga sudah dalam kondisi terikat dan mata tertutup, salah satu perampok masih terus mengancam akan membunuh jika berteriak. Setelah tidak lagi terdengar suara kawanan rampok di kantor itu, ketiga penjaga lantas berteriak minta tolong. Teriakan ketiga penjaga itu rupanya didengar oleh Susmanto, pemilik warung nasi kucing di depan kantor BP3TKI.

"Setelah kita yakin para pelaku sudah tidak ada, kita berteriak dan ditolong oleh Pak Susmanto, kemudian melepaskan ikatan dan lakban yang menutup mata kita," tambahnya.

Ketiga penjaga itu kaget mendapati kantor dalam kondisi acak-acakan dan kedua brankasnya telah terbuka. Ketiga lantas melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Banyumanik yang diteruskan ke Mapolrestabes Semarang.

Satu jam kemudian, petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan ketiga petugas keamanan pun telah diminta keterangan. Polisi juga mengamankan dua buah sajam jenis celurit yang ditinggal oleh pelaku dan sandal japit yang diduga milik pelaku. Kasus ini ditangani Reskrim Polrestabes Semarang.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.