Kang Gopar jago silat hingga jadi preman karena dulu sering dipalak
"Dulu dikasih uang jajan Rp 1.000, itu buat nabung sama jajan. Tapi malah uang itu sering dipalakin," cerita Kang Gopar.
Sebelum pensiun dari dunia premanisme, Kang Gopar (38) sudah biasa keluar masuk penjara. Dia menceritakan awal mulanya bisa terjerumus masuk menjadi seorang preman. Pengakuannya, hal itu terjadi sejak pria asal Cianjur itu masih duduk di bangku SMP.
"Dari SMP saya sudah dilepas sama orang tua. Kebetulan Bapak dulu lurah. Saya dipindahin dari kampung Sukajaya ke Cipanas. Mungkin karena saya anak lurah saya sering dipalakin. Dulu dikasih uang jajan Rp 1.000, itu buat nabung sama jajan. Tapi malah uang itu sering dipalakin," cerita Kang Gopar kepada merdeka.com, Selasa (1/3).
Warga Kampung Pacet, Desa Citanggawa, RT 04 RW 05, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat itu mengungkapkan, suatu ketika Kang Gopar pernah menolak memberikan uang jajan saat dipalak temannya. Namun, penolakan tersebut rupanya memancing amarah teman-temannya. Dia kemudian dikeroyok hingga babak belur.
"Karena sering saya pernah melakukan penolakan. Tapi pas nolak malah dipukulin," ungkapnya.
Dari situ lah, muncul dalam benak Kang Gopar rasa dendam. Dia pun berpikir untuk belajar silat agar bisa menjaga diri dari orang yang berniat kasar kepadanya.
"Muncul dendam, saya belajar silat. Sebenarnya silat itu saya belajar di pengajian. Jadi dulu saya ngaji, yang ngajar ngaji itu hebat ilmu belajar bela diri. Jadi saya digembleng tuh sama dia. Yang akhirnya saya bisa bela diri," kata Kang Gopar.
Dari berbekal bela diri itu, Kang Gopar semakin percaya diri jika menghadapi senior atau musuhnya. Sebab menurutnya, selama masa sekolah dirinya tertekan menghadapi teman-temannya yang kerap memalak atau pun bullying.
Dia juga bercerita pernah membogem mentah seniornya sewaktu SMA. Kala itu, dia diospek lalu dimarahi karena tertawa di dalam kelas.
"Saya bukan ngetawain dia, eh dia marah-marah, terus refleks saya pukul saja sampai pingsan," ujarnya.
Selain itu, dia kerap menantang seniornya berduel. Ketika memenangkan duel itu, semakin banyak yang penasaran terhadap Kang Gopar. Dia kemudian mulai terkenal dari aksinya itu. Bahkan tak ada lagi yang berani menghadapi Kang Gopar.
Beranjak dewasa, warga mulai mencap Kang Gopar preman. Terlebih lagi saat dia berurusan dengan polisi yang menyebabkan dirinya harus tinggal di hotel prodeo.
"Saya juga sempat jadi TO (target operasi) polisi," imbuh Kang Gopar.
Baca juga:
Selama jadi preman, Kang Gopar belum pernah cicipi narkoba dan bir
Kang Gopar pernah jadi pengawal pengusaha kaya dan wanita cantik
Kang Gopar, preman pensiun yang kini menjadi sopir mobil