Kampus UI biayai korban ledakan di laboratorium Farmasi
Pihak kampus memberikan izin mahasiswa yang menjadi korban ledakan untuk tidak masuk kuliah selama pengobatan.
Kepala Humas Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Devfanny Aprilia Artha mengaku sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka akibat ledakan labu destilasi suhu memuai yang terlalu panas. Mereka terkena serpihan kaca di bagian wajah, pipi, leher dan mata.
"Harusnya api ditarik pada suhu 70 derajat kalau tidak memanas labunya. Tapi ngga tahu kenapa, mereka mengabaikan arahan dosen. Jadi muka dan kelopak mata mereka kena pecahan labu kaca itu," kata Devfanny di Kantornya, Depok, Selasa (17/3).
Dia mengatakan, korban berjumlah 15 orang yang merupakan angkatan 2013. Korban berat ada sekitar 5 orang dan korban ringan ada 10 orang.
"Paling parah dua orang, Delvika wajahnya luka jahitan dan Citra bagian kelopak mata. Ada yang kena pecahan kaca di leher, mata, muka dan pipi," ucapnya.
"Saat ini korban sudah kembali ke rumah masing-masing. Ada ke asrama dan kosan. Mereka tidak ada yang dirawat inap, semuanya sudah pulang sejak jam 9 malam," imbuhnya.
Lanjut dia, pihak kampus UI bertanggungjawab terhadap biaya pengobatan mahasiswa yang mengalami luka-luka. Bahkan pihak kampus memberikan izin mahasiswa yang menjadi korban ledakan untuk tidak masuk kuliah selama pengobatan.
"5 Orang yang mengalami luka berat ini mengeluhkan telinga sakit karena ledakan keras sekali jadi separuh kayak budeg gitu. Dokter bilang perlu rawat jalan saja," tukasnya.
Baca juga:
UI sebut ledakan laboratorium kecelakaan kerja, mahasiswa lalai
2 Jenazah korban ambruknya hanggar Bandara Makassar tiba di Medan
Hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar roboh, 5 pekerja tewas
Rambut terlilit mesin, buruh pabrik mi tewas dengan luka mengerikan
Atraksi pekerja ramaikan sosialisasi K3 di Bundaran HI
Nambang emas, 2 ibu-ibu dan bocah 7 tahun tewas tertimbun longsor
Tukang bangunan wafat usai terjatuh saat kerja proyek di Pluit