LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kampung Blang Oi di Meuraksa Aceh bak kota mati

warga masih berada di escape building yang mampu menampung 1.000 orang tersebut.

2012-04-11 18:39:48
Gempa Sumatera
Advertisement

Gempa berkekuatan 8,5 SR di Simeulue, Aceh membuat warganya kembali mengingat gempa tahun 2004 silam. Warga yang masih trauma dengan bencana besar itu kini kembali harus merasakan kedahsyatan gempa lagi.

Warga pun langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari tsunami yang berpotensi menerjang mereka.

Salah satunya seperti yang terjadi di gampong atau kampung Blang Oi, Kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh, di mana ratusan kepala keluarga mengungsi meninggalkan rumahnya.

"Kampung saya sudah seperti kampung mati. Semua orang mengungsi," ujar warga Blang Oi, Nasrun Marzuki kepada merdeka.com, Rabu (11/4).

Marzuki menjelaskan, saat gempa terjadi dia sedang berada di kantor di Kota Banda Aceh, sekitar 1-2 Km dari rumah tinggalnya di Blang Oi. begitu gempa besar terjadi Marzuki langsung memutuskan untuk pulang ke rumah.

"Tetapi di jalan macet, jalanan kacau balau karena semua orang ingin menyelamatkan diri. Sudah tidak ada lagi aturan, semua saling serobot karena panik," terangnya.

Setelah sampai di kampungnya Marzuki kemudian menjemput sang istri, dan kampungnya sudah dalam keadaan sunyi senyap ditinggal mengungsi. Warga kampung Blang Oi masih trauma, karena kampung mereka hanya berjarak sekitar 1 Km dari bibir Pantai Ule-lue.

Warga langsung mengungsi di escape building yang jaraknya sekitar 500 meter dari kampung Blang Oi. Ratusan warga sudah memadati lokasi tersebut untuk mencari tempat perlindungan yang aman.

Di sekitar kampung Blang Oi, terdapat tiga escape building yang dibangun untuk mengantisipasi bencana seperti tsunami. Hingga kini warga masih berada di escape building yang mampu menampung 1.000 orang tersebut.

"Adanya di atas bukit, satu escape bisa menampung sekitar 1.000 orang," ujar Marzuki.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.