Kali Perancis dipenuhi sampah dan bau busuk, Pemkab Tangerang seolah cuek
Aroma busuk pun menyeruak, namun masyarakat seperti sudah sangat lekat dengan keberadaan sampah di sepanjang aliran Kali Peranci dan Jembatan Dadap Cheng In yang menjadi hilirnya.
Lautan sampah yang terlihat di sepanjang Kali Perancis, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang sudah menjadi pemandangan lurmrah oleh warga Dadap dan Kosambi.
Seperti yang terlihat di Jembatan Dadap Cheng In, tumpukan sampah sampai menutupi air kali Perancis yang hitam pekat.
Aroma busuk pun menyeruak, namun masyarakat seperti sudah sangat lekat dengan keberadaan sampah di sepanjang aliran Kali Peranci dan Jembatan Dadap Cheng In yang menjadi hilirnya.
Gunawan, warga Kosambi, mengaku terbiasa dengan pemandangan seperti itu, dia tak heran warga lainnya juga tak masalah dengan sampah yang ada.
"Sudah menjadi pemandangan sehari-hari, jadi biasa saja. Kalau baunya juga sudah biasa," kata dia, Rabu (8/11).
Dia menganggap masyarakat tak lagi peduli dengan kebersihan lingkungan dan efek kesehatan yang ditimbulkan dari sampah-sampah tersebut.
Pemerintah setempat, tak kalah masa bodoh, lanjut Igun, sapaan akrabnya, pasalnya tak pernah ada upaya serius Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menangani masalah sampah di kawasan itu.
"Ini setiap hari ya begini, masyarakatnya cuek, pemerintah juga masa bodoh," kata dia.
Bila diamati, sampah terlihat di sepanjang aliran kali Perancis mulai dari arah Bandara Soekarno Hatta hingga menuju Pantai Dadap.
Puncaknya, jembatan Dadap Cheng In, dengan sepanjang 10 meter benar-benar disesaki sampah pada kolong jembatan hingga beberapa meter sebelum jembatan dari arah Bandara Soekarno Hatta.
Tak pelak, kesan kumuh, jorok dan menjijikan menjadi hal yang biasa yang ditemui warga sekitar, meski kawasan tersebut dikenal area bisnis, industri dan pergudangan. Karena berbatasan dengan Barat dan Utara Jakarta.(mdk/cob)