Kali Bekasi kembali tercemar, keluarkan busa hingga ikan pada mabuk
Menurut dia, air keruh berwarna hitam diduga berasal dari sedimentasi yang terangkat dari dasar sungai akibat debit air meningkat. "Kemungkinan di Bogor hujan, jadi debit air naik, membuat sedimentasi terangkat," ujar Sugiono.
Air di Kali Bekasi wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali mengeluarkan busa pada Kamis (17/5) pagi. Diduga, air di kali tersebut tercemar limbah yang berasal dari sejumlah perusahaan di bantaran sungai tersebut.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, air berbusa terlihat dari sisi utara Bendung Bekasi, Jalan Hasibuan, Bekasi Selatan. Selain air berbusa, sejumlah ikan di saluran Rawatembaga mabuk, saluran tersebut berasal dari Kali Bekasi untuk kepentingan irigasi dan bahan baku air bersih di PDAM Tirta Patriot milik Pemkot Bekasi.
Kepala Bidang Penantaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Kota Bekasi, Sugiono mengatakan, hasil pengecekan di lapangan bahwa air keruh berwarna hitam sudah terlihat di wilayah Bogor sejak Subuh tadi. Adapun, hulu Kali Bekasi berasal dari Bogor melalui Kali Cileungsi dan Cikeas.
"Yang hitam keruh itu berasal dari aliran Kali Cileungsi," kata Sugiono ketika dikonfirmasi, Kamis (17/5).
Menurut dia, air keruh berwarna hitam diduga berasal dari sedimentasi yang terangkat dari dasar sungai akibat debit air meningkat. "Kemungkinan di Bogor hujan, jadi debit air naik, membuat sedimentasi terangkat," ujar Sugiono.
Ia menuturkan, sedimentasi itu adalah endapan lumpur yang diduga mengandung berbagai kandungan berbahaya berasal dari limbah pabrik. Meski sumbernya diduga berasal dari Bogor, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi tetap melakukan pengecekan jenis kandungan di dalam air, karena menyebabkan ikan mabuk.
"Hasilnya menunggu pengecekan di laboratorium, seperti tingkat keasaman, kandungan logam, dan lainnya," ujarnya.
Baca juga:
5 Sungai tercemar di dunia, salah satunya di Indonesia
5 Ribu ton limbah pengolahan sawit ditemukan di area PT KID Dumai
Polri sebut penyelidikan dugaan pipa minyak pertamina di Balikpapan ilegal di AL
Polisi tegaskan penyidikan pipa Pertamina patah di Balikpapan belum final
Kasus tumpahan minyak di teluk Balikpapan, nakhoda MV Ever Judger jadi tersangka
Pola hidup berubah, masyarakat sekitar Citarum mulai sadar lingkungan