Kalbe Farma salahi prosedur obat Buvanest Spinal akan diberi sanksi
Saat ini, katanya, tim investigasi sedang melakukan pengecekan pabrik produksi.
Dua orang pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci meninggal karena diinjeksi obat yang salah. Obat Buvanest Spinal harusnya diberikan sebagai bius pada pasien yang akan dioperasi malah berisi kandungan obat yang disebut-sebut untuk pengentalan darah.
Kasus ini masih terus diinvestigasi Kemenkes, BPOM, dan Kalbe Farma. Untuk tahap awal, dipastikan Kalbe Farma terbukti melakukan kesalahan.
"Sekarang yang sudah dilakukan ditariknya dua obat tersebut karena terbukti adanya kesalahan prosedur," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudaayaan, Puan Maharani, di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cikini, Jakarta Pusat, (23/2).
Saat ini, katanya, tim investigasi sedang melakukan pengecekan pabrik produksi.
"Sampai sekarang ini BPOM bersama Kementerian Kesehatan melakukan investigasi ke pabrik tersebut dan kepada pabrik obat lainnya dan memberi surat instruksi peringatan seluruh pabrik obat lainnya untuk itu melakukan hal itu yang dilakukan selanjutnya menunggu investigasi," tambahnya.
Puan berjanji perusahaan farmasi BUMN ini akan dikenakan saksi atas kelalaiannya. "Pasti ada sanksinya," pungkasnya.
Baca juga:
Kasus salah obat bius, Kemenkes sebut RS Siloam tak lalai
Datangi RS Siloam, anggota DPR Komisi IX sebut tak ada mal praktik
Obat bius berisi pengental darah, produksi Buvanest Spinal disetop
Kemenkes yakin kasus obat anestesi tertukar terjadi di tempat lain
Menteri Puan ingatkan Kalbe Farma jangan asal produksi obat
Anaknya ditanggung hingga S1, suami pasien RS Siloam ngaku ikhlas
Keluarga pasien korban RS Siloam bungkam ke media