Kak Seto prihatin Panti Asuhan Tunas Bangsa sangat tak manusiawi
Kak Seto prihatin Panti Asuhan Tunas Bangsa sangat tak manusiawi. Kondisi lingkungan demikian, lanjutnya, bisa memancing emosi dari pengasuhnya sehingga memperlakukan dengan tidak wajar. "Ini sangat tidak layak anak apalagi ada panti asuhan yatim piatu dan duafa dan unsur pendidikan."
Kasus kematian balita membongkar buruknya pengasuhan dan pengelolaan Panti Asuhan Tunas Bangsa Tenayan Raya, Pekanbaru. Hari ini, Ketua Lembaga Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, sapaan Kak Seto, meninjau langsung panti.
"Dari luar tampak memang sangat tidak manusiawi, sangat tidak ramah anak, bahkan rawan terhadap kemungkinan pelanggaran hak anak yang cukup berat," kata Kak Seto di Pekanbaru. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (31/1).
Kondisi lingkungan demikian, lanjutnya, bisa memancing emosi dari pengasuhnya sehingga memperlakukan dengan tidak wajar. Salah satu buktinya, adanya korban yang diduga dan dianiaya sehingga menyebabkan kematian.
"Kalau misalnya ada satuan tugas kepedulian anak tentu ada kepedulian. Ini sangat tidak layak anak apalagi ada panti asuhan yatim piatu dan duafa dan unsur pendidikan. Ini sangat tidak ramah anak sehingga sudah harus segera dilaporkan paling tidak ke dinsos atau polisi," tegasnya.
Terkait adanya indikasi permainan pemilik dan pihak berwenang, kata dia, harusnya menjadi tanggung jawab RW. Seharusnya, kata dia, RW segera berkonsultasi paling tidak ke petugas kepolisian untuk menyampaikan tentang apapun juga.
"Mari jadi ini pembelajaran secara nasional, hal demikian tidak hanya di sini masih banyak tempat lain, sehingga takkan terulang. Makanya harus segera dibentuk satgas perlindungan anak di setiap RT dan RW," ungkapnya.
Terkait kasus ini, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru telah menetapkan pemilik Panti Asuhan Tunas Bangsa, Lili Nurhayati (49) sebagai tersangka. Itu setelah diperiksa sebagai saksi Senin (30/1) pukul 14.00 siang sampai 21.00 WIB malam.
"Lalu Pukul 23.50 malam ditetapkan tersangka dan Berita acara perkara sampai Selasa dini hari (31/1) Pukul 02.30 WIB," kata Kepala Sub Unit II Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru, Ipda Mimi Wiraswarta.
Baca juga:
3 Penghuni Panti Tunas Bangsa disuruh mengemis sambil bawa bakul
Polisi tetapkan pemilik panti tersangka kasus kematian bayi Zikli
Panti Tunas Bangsa berdiri sejak 2003, izin mati selama 6 tahun
Kematian bayi bongkar ironi penghuni panti yang disuruh makan kecoak
Begini kondisi miris penghuni Panti Tunas Bangsa hidup di 'kandang'
Penghuni panti asuhan Tunas Bangsa disuruh ngemis demi dapat makan
Sempat menghilang, pemilik panti asuhan Tunas Bangsa diamankan