LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kahar Muzakir bantah terlibat kasus suap Bakamla

Kahar yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) mengklaim tidak mengetahui proses pembahasan anggaran di Bakamla. Menurut dia, tugas Ketua Banggar hanya mengesahkan.

2018-05-22 23:21:05
Suap Bakamla
Advertisement

Ketua Komisi III DPR RI Kahar Muzakir membantah terlibat dalam pusaran kasus dugaan suap pengadaan satelit monitor di Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menjerat mantan anggota DPR, Fayakhun Andriadi. Nama Kahar sempat disebut oleh politikus Golkar, Yorrys Raweyai.

"Lah, orang saya tidak ada sangkut-pautnya. Kan Fayakhun tidak pernah sebut-sebut (nama saya). Yang disebut terima duit kan Yorrys," kata Kahar di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (22/5/2018).

Kahar yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) mengklaim tidak mengetahui proses pembahasan anggaran di Bakamla. Menurut dia, tugas Ketua Banggar hanya mengesahkan.

Advertisement

"Banggar itu cuma sinkronisasi, kalau orang kementerian atau lembaga sudah mutusin, ternyata disampaikan Banggar, dijumlahin itu jumlahnya lebih dari kemampuan untuk membelanjainya. Setelah ditambah defisit segala macam tetap tidak bisa dikembalikan lagi itu dibicarakan ulang, itu kerjanya Banggar," akunya.

Kendati begitu, Kahar menegaskan dirinya siap diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Fayakhun dalam kasus dugaan suap di Bakamla. Namun, hingga kini dia mengatakan belum menerima surat panggilan dari penyidik KPK.

"Terserah KPK, iya datang aja dong," ucap Kahar.

Advertisement

Sebelumnya, nama Kahar Muzakir sendiri mencuat setelah politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai diperiksa sebagai saksi untuk Fayakhun Andriadi. Yorrys menyebut bahwa Kahar yang saat proyek tersebut bergulir menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR sekaligus Ketua Banggar mengetahui mekanisme penganggaran proyek tersebut.

Yorrys pun menyebut nama koleganya yang lain yakni Bendum Partai Golkar Robert J Kardinal, yang sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar. Menurutnya, Ketua Fraksi, Bendahara Umum sampai ke banggar mengetahui soal penganggaran hingga terjadinya suap.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Diperiksa KPK, Idrus Marham dicecar soal aliran dana suap Bakamla
Idrus Marham usai diperiksa KPK terkait kasus suap Bakamla
KPK periksa kader Golkar terkait kasus suap Bakamla
Giliran Idrus Marham diperiksa KPK di kasus suap Bakamla
Tak pernah hadir, Ali Fahmi kembali dipanggil KPK

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.