LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kadin Kesehatan Stok Vaksin Covid-19 di NTB Habis

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat, dr Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan, ketiadaan stok vaksin di provinsi tersebut seiring tingginya permintaan masyarakat untuk bisa divaksinasi. Namun dia mengaku sudah mengajukan stok ke pemerintah pusat.

2021-07-22 20:05:29
vaksin covid-19
Advertisement

Pemerintah berjanji terus memasok ketersediaan vaksin Covid-19. Tetapi sebaliknya, stok vaksin Covid-19 di Nusa Tenggara Barat sudah habis.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat, dr Lalu Hamzi Fikri.

"Vaksin di provinsi menyisakan nol stok," ujarnya usai rapat koordinasi evaluasi penanganan COVID-19 di Mataram. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (22/7).

Advertisement

Ia menjelaskan, ketiadaan stok vaksin di provinsi tersebut seiring tingginya permintaan masyarakat untuk bisa divaksinasi.

"Jadi memang antusias masyarakat untuk divaksin ini begitu tinggi, sehingga begitu kita menerima vaksin dari pusat kita langsung distribusikan ke 10 kabupaten dan kota," terangnya.

Hamzi menyebutkan, berdasarkan data per 21 Juli 2021, jumlah vaksin yang diterima NTB mencapai 839.640 dosis dengan jumlah vaksin yang sudah digunakan mencapai 761.440 dosis. Vaksin terdiri dari dua jenis Sinovac dan Astrazeneca.

Advertisement

Sedangkan yang masih tersisa sebanyak 78.200 dosis dengan rincian 75.950 berada di kabupaten/kota dan masih berada di gudang 2.250 dosis.

"Kita sudah mengajukan permintaan kepada pusat untuk secepatnya bisa mengirimkan vaksin ke daerah, karena begitu kita vaksin 2.000 dosis langsung habis," ucap Hamzi.

Menurut mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini, dari 10 kabupaten dan kota di provinsi itu, Kota Mataram menjadi prioritas vaksinasi. Hal ini sesuai dengan instruksi pusat karena masuk daerah yang menerapkan PPKM Level IV sehingga menjadi atensi pemerintah pusat.

"Kenapa Mataram karena menjadi daerah prioritas," tegasnya.

Hamzi melanjutkan, total warga yang sudah divaksinasi di Kota Mataram sebanyak 136.859 jiwa untuk dosis tahap pertama atau 50 persen. Hal ini dalam rangka percepatan hard imunity di wilayah tersebut.

"Tinggal kita mengejar 20 persen lagi untuk percepatannya sehingga bisa diatas 70 persen," katanya.

Baca juga:
Satgas Covid-19 Ajak Warga Ikut Vaksinasi Demi Tercapai Herd Immunity
Panglima TNI: Daerah Pinggiran Jakarta Jadi Fokus Serbuan Vaksinasi Covid-19
Masuk Bioskop Wajib Membawa Kartu Vaksin
Mengenal 4 Perusahaan Produsen Vaksin Covid-19, dari Sinovac Hingga Pfizer
Percepat Vaksinasi, Pemkot Solo Minta Tambahan 50.000 Dosis Vaksin ke Kemenkes
Vaksin Covid Buatan Sinopharm Picu Respons Antibodi Lebih Lemah terhadap Varian Delta
Joe Biden: Pandemi Mengancam Mereka yang Belum Divaksin

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.