Kader Golkar desak Zulkarnaen mundur
"Secara pribadi bukan saya saja, tapi banyak teman-teman partai yang ingin dia mundur," ujar Nurul Arifin.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya, Nurul Arifin mengatakan mayoritas pengurus partai setuju, Zulkarnaen Djabar, tersangka korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama, mengundurkan diri dari struktural partai.
"Secara pribadi bukan saya saja, tapi banyak teman-teman lain di partai yang menginginkan dia mengundurkan diri sementara," kata Nurul kepada wartawan di DPR, Senayan Jakarta, Kamis (5/7).
Meski secara kepartaian, proses pengunduran diri maupun pemecatan kader tidak mudah, Nurul menyarankan Zulkarnaen untuk segera mengundurkan diri.
Sebab untuk menghindari jebloknya elektabilitas partai yang sedang gencar dibangun. Diperlukan situasi normal untuk memulihkan keadaan, termasuk menonaktifkan Zulkarnaen untuk fokus pada pemeriksaannya.
"Karena kita juga ingin memperbaiki kerusakan di partai ini, dan membuat suasana menjadi dingin dulu, itu kita menghimbau kepada pak Zulkarnaen untuk mengundurkan diri," lanjutnya.
Nurul menilai korupsi Alquran tidak hanya dilakukan Zulkarnaen sendiri, meskipun dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Zulkarnaen menegaskan korupsinya tidak melibatkan orang lain.
Tidak menutup kemungkinan kerjasama korupsi, juga dilakukan dengan Kementerian Agama. Sebab lanjut Nurul, pasti ada hubungan yang terjalin antara pihak yang memesan, dipesan, dan mediator.
"Pasti, tidak mungkin satu orang. Jadi paling tidak DPR kerjasamanya dengan Departemen Agama, pasti ada orang dari departemen agama yang terlibat," pungkasnya.(mdk/did)