LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kabut Asap Semakin Kotori Udara Palangka Raya

Lalu lalang pengendara motor pun, belakangan umumnya sudah mengenakan masker, untuk mengantisipasi terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

2019-08-07 13:18:41
Kebakaran Hutan
Advertisement

Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berselimut kabut asap sebulan terakhir akibat kebakaran hutan dan lahan. Kotornya udara mulai mengganggu aktivitas warga, utamanya di pagi hari. Tidak sedikit warga harus mengenakan masker saat berada di luar rumah. Diharapkan, kabut asap parau di 2015 lalu tidak terulang tahun ini.

Secara umum, intensitas hujan semakin sedikit dan terus menurun sejak Juni 2019 lalu. Hutan dan lahan beberapa titik di Kalteng, mulai terbakar dan mulai mengakibatkan kabut asap.

"Sudah sebulan ini, kalau setiap pagi, udara tercium seperti bau bakar-bakar tanaman kering," kata Arul, salah seorang pegawai pemerintahan di kota Palangka Raya, kepada merdeka.com, Rabu (7/8).

Advertisement

Dia menerangkan, lalu lalang pengendara motor pun, belakangan umumnya sudah mengenakan masker, untuk mengantisipasi terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

"Kalau pakai masker, sudah mulai banyak. Ya itu tadi, tebalnya asap pagi hari, waktu jam turun kantor, anak sekolah," ujar Syamsudin.

Warga Palangka Raya lainnya, Syamsudin, mengutarakan serupa. Bahkan Selasa (6/8) kemarin, siang hingga sore hari, lalu lalang helikopter terlihat di langit kota Palangka Raya, berupaya memadamkan Karhutla. "Ada lebih 5 kali saya lihat helikopter Water Boombing bertuliskan BNPB. Tapi saya tidak tahu, mau madamkan Karhutla dimana," sebut Syamsudin.

Advertisement

Syamsudin berharap, kabut asap parah akibat Karhutla sehingga benar-benar menurunkan kualitas udara ibu kota provinsi Kalimantan Tengah pada titik terendah, tidak terulang lagi tahun ini.

"Jangan lah, jangan sampai kabut asap 2015 kemarin itu tidak terulang lagi, karena bikin sesak nafas. Mudah-mudahan bisa cepat dipadamkan," demikian Syamsudin.

Baca juga:
Baru Dilantik, Kapolda Kalteng Langsung Fokus Tangani Kebakaran Hutan
Delapan Polda Fokus Tangani Kebakaran Hutan
Polri Tangkap 10 Pelaku Karhutla di Sumatera
Presiden Jokowi Pimpin Rakornas Pengendalian Karhutla 2019 di Istana
Jokowi Malu Berkunjung ke Malaysia-Singapura Gara-gara Kabut Asap Karhutla
Kabut Asap Makin Pekat, BPBD Riau Kerahkan 4 Helikopter Padamkan Kebakaran Hutan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.