LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kabur Memanjat Pohon, Warga Pagaralam Selamat dari Terkaman Harimau

Seorang warga Tebat Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, bernama Marta (24), diterkam harimau Sumatera. Beruntung korban hanya terluka setelah menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.

2019-12-03 00:33:00
Harimau Sumatera
Advertisement

Seorang warga Tebat Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, bernama Marta (24), diterkam harimau Sumatera. Beruntung korban hanya terluka setelah menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.

Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi Jaya menjelaskan, dari keterangan korban, peristiwa itu terjadi saat korban sedang menyemprot rumput di kebun milik warga, Senin (2/12) pagi. Tiba-tiba, harimau berukuran besar mendekatinya sehingga langsung berhadapan.

Korban sempat mengusir namun harimau itu justru menerkamnya. Beruntung, terkaman itu luput dan Marta menyelamatkan diri dengan cara memanjat pohon.

Advertisement

Sial, harimau tersebut tetap mengejarnya dan mencakar kaki dan tubuh korban. Korban pun berteriak dan terdengar saudaranya sehingga harimau kabur masuk ke hutan.

"Kejadiannya ketika korban sedang menyemprot rumput dengan racun. Dia lari lalu naik pohon, tapi tetap diserang harimau," ungkap Zaldi, Senin (2/12).

Advertisement

BKSDA Terjunkan Tim Buru Harimau

Akibat kejadian itu, korban mengalami banyak luka dan dilarikan ke RSUD Basemah Pagaralam. Kondisinya kini membaik dan tetap dirawat untuk pemulihan.

"Alhamdulillah sudah membaik, lukanya sudah ditangani dokter," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti kejadian ini, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel untuk menerjunkan petugas di lapangan. Tujuannya melacak keberadaan raja hutan itu dan dikembalikan ke habitatnya agar tak lagi meneror warga.

"Untuk sementara waktu warga diimbau menghindari masuk hutan, terutama di sekitar Hutan Lindung Gunung Dempo karena disinyalir harimau masih berkeliaran," pungkasnya.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.