LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

KaBIN: WNI banyak di Malaysia, tapi kedaulatan tak bisa ditawar

"Saya rasa benar apabila dua-duanya tidak terlalu provokatif mengeluarkan unjuk kekuatan di daerah itu," kata Marciano.

2015-06-17 19:01:00
Malaysia
Advertisement

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengharapkan agar kisruh di Blok Ambalat, Kalimantan Utara, dikelola secara proporsional. Kedua negara diminta tidak mengeluarkan aksi provokatif yang dapat memicu ketegangan antara Indonesia dan Malaysia.

"Saya rasa kedua panglima angkatan bersenjata mereka sudah berkoordinasi untuk bagaimana pengelolaan Ambalat yang terbaik. Saya rasa benar apabila dua-duanya tidak terlalu provokatif mengeluarkan unjuk kekuatan di daerah itu, karena itu merugikan kedua negara," kata Marciano di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/6).

Lebih lanjut, Marciano menambahkan, baik Indonesia dan Malaysia merupakan negara satu rumpun, hidup bertetangga dan sama-sama negara ASEAN.

"Oleh karenanya saya mengharapkan pengelolaan Ambalat dikelola secara proporsional kemudian Kemenlu yang melakukan diplomasi-diplomasi tentang masalah ini," jelasnya.

Selain itu, Marciano juga minta agar kedua negara mencari solusi terbaik mengenai Ambalat ini. Jika persoalan Ambalat tidak dikelola dengan baik, maka Indonesia dan Malaysia akan bisa ribut terus.

"WNI juga banyak di Malaysia tetapi kedaulatan itu hal yang tidak bisa ditawar. Jadi itu harus jadi prinsip bagi keduanya, kedaulatan negara tidak bisa ditawar-tawar, mari kita sama-sama menghormati," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku sudah ada kesepakatan antara Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia untuk tidak lagi mengerahkan prajurit di wilayah Ambalat. Menurut Moeldoko, persoalan Ambalat akan diselesaikan secara diplomatik.

"Saya sering berkomunikasi dengan Panglima Diraja Malaysia, untuk bersepakat soal Ambalat, tidak perlu lagi kita turunkan pasukan bersenjata. Kita masing-masing memahami tidak ada yang perlu kita perebutkan di sana, cuma buang-buang energi," kata Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta, Selasa (16/6).

Baca juga:
Bapak dan anak selundupkan 10 kg sabu dari Malaysia ke Indonesia
Kapal tanker berawak WNI hilang di Johor, diduga korban perompak
Ini perbandingan kekuatan militer RI-Malaysia di sekitar Ambalat
Panglima TNI sebut Malaysia sepakat tak kerahkan pesawat ke Ambalat
TNI AL kerahkan tiga kapal perang cari tanker Malaysia yang hilang

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.