Kabareskrim Irjen Budi: Kalau saya salah, tangkap saja
Irjen Budi ingin mengembalikan citra Bareskrim yang sempat terpuruk dalam kasus Susno Duadji.
Irjen Pol Budi Waseso resmi dilantik menjadi Kepala Bareskrim Mabes Polri, menggantikan Komjen Komjen Pol Suhardi Alius yang dimutasi ke Lemhanas. Budi menegaskan tak takut jika dirinya bernasib sama dengan Kabareskrim terdahulu yakni Susno Duadji.
Hal itu disampaikan Budi, mengingat Susno pernah ditangkap dalam kasus korupsi dana pengamanan pemilihan kepala daerah Jawa Barat tahun 2008, dan penerimaan suap penanganan perkara PT Salmah Arwana Lestari di Pekanbaru, Riau.
"Kalau salah ya tangkap saja, itu wajar saja, manusia. Tapi kalau tidak salah, ya pasti ada perlawanan," kata Budi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/1).
Bukan tanpa sebab Budi menyatakan siap ditangkap bila terbukti bersalah. Pasalnya, dia ingin mengembalikan citra Bareskrim yang sempat terpuruk oleh sikap Kabareskrim terdahulunya itu.
"Misalnya, tidak ada lagi penyidikan dengan bayaran uang dan segala macam," terangnya.
Menurut penuturan Budi, meski sudah delapan tahun berkecimpung di Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, bukan berarti tidak bisa menjalankan tugas yang diamanahkannya sebagai Kabareskrim.
Dia sesumbar dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi tugasnya saat ini. "Nanti kita buktikanlah," pungkasnya.
Baca juga:
Kabareskrim Irjen Budi Waseso ngaku belum lapor LHKPN
Budi Waseso: Saya tak pernah minta jadi Kabareskrim gantikan Suhardi
Jurus SBY berkelit dari kemelut Polri
Kabareskrim baru, ciduk Susno Duadji hingga ungkap korupsi Gorontalo
Mabes Polri gelar sertijab Kabareskrim sore ini?
Diam-diam Mabes Polri gelar Sertijab Kabareskrim sore ini
Mabes Polri bantah sertijab Kabareskrim tertutup dari wartawan