LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fadli Zon benarkan isu etnis Rohingya dibelokkan untuk serang pemerintah

Meski demikian, Ari mengakui reaksi pemerintah memang lamban dalam membantu penanganan etnis Rohingya di Myanmar. Indonesia dianggap tidak bisa memposisikan diri sebagai negara muslim terbesar di dunia terkait krisis yang menimpa etnis Rohingya.

2017-09-05 18:42:07
Pengungsi Rohingya
Advertisement

Wakil Ketua DPR Fadli Zon membenarkan pernyataan Kapolri Jenderal Tito yang menyebut isu insiden kekerasan dan genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar dibelokkan untuk menyerang pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Kapolri mengetahui isu tersebut dari penelitian yang dilakukan Ismail Fahmi di Twitter mengenai isu Rohingya.

"Menurut saya isu ini kan memang isu yang nyata," katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9).

Meski demikian, Fadli mengakui reaksi pemerintah memang lamban dalam membantu penanganan etnis Rohingya di Myanmar. Indonesia dianggap tidak bisa memposisikan diri sebagai negara muslim terbesar di dunia terkait krisis yang menimpa etnis Rohingya.

Menurutnya, segala kritikan yang menyinggung lambat pemerintah dalam membantu krisis etnis Rohingya harus dijadikan bahan introspeksi untuk lebih aktif lagi.

"Kalau misalnya ada kritik kepada pemerintah dianggap lamban atau tak merepresentasikan saya ikut mengkritik kok. Kita ikut mengkritik karena reaksi kita termasuk yang lamban," tegasnya.

"Yang kedua tidak menunjukkan kita negara pemimpin di ASEAN, negara muslim terbesar di dunia, tidak menunjukkan itu. Kita seperti negara lain saja, business as usual, saya kira wajar," sambung Fadli.

Dia mengingatkan, pemerintah untuk meniru langkah saat membantu menyelesaikan konflik di Mindanao Selatan antara bentrokan antara Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) dan kelompok Abu Sayyaf.

Saat itu, Indonesia mengirimkan tentara dan menjadi mediator antar kedua belah pihak.

"Sekarang jangan hanya imbauan saja dong. Sekarang imbauan, kemudian mengklaim membantu membuat sekolah atau rumah sakit padahal itu kerjaan dari civil society," pungkasnya.(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.