Juru parkir Malioboro tolak relokasi karena takut pendapatan turun
Parkir di sisi timur Malioboro cukup untuk 4.600 motor, namun di Abu Bakar Ali, cuma bisa 2.800 motor saja.
Rencana pemerintah Kota Yogyakarta merelokasi parkir di sepanjang trotoar Jalan Malioboro ke Taman Parkir Abu Bakar Ali, mendapat penolakan dari juru parkir di sana. Relokasi tersebut rencananya akan diaktifkan pada 4 April mendatang.
Koordinator Juru Parkir Malioboro, Sigit Karsono Putro mengatakan penolakan tersebut dilakukan karena relokasi parkir berdampak pada kesejahteraan para juru parkir.
"Kesejahteraan kita yang terancam. Kalau dipindah nanti space berkurang, otomatis berkurang juga pendapatan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (31/3).
Menurutnya parkir sepanjang sisi timur Malioboro cukup untuk 4.600 motor, namun di parkiran bertingkat Abu Bakar Ali, hanya cukup 2.800 motor saja. Selain itu tidak semua Jukir bisa terwadahi di lokasi yang baru.
"Enggak semua bisa. Padahal kita ada 200-an jumlah jukirnya. Harapan kita harus ada kesepakatan dulu dengan pemerintah sebelum relokasi," ujarnya.
Saat ini juru parkir pun berharap relokasi tersebut ditunda terlebih dahulu. Pemerintah seharusnya bisa memberikan solusi terbaik buat para juru parkir.
"Saat ini kita cuma ingin itu ditunda dulu sampai ada kesepakatan. Kami juga menolak kalau relokasi tetap dilaksanakan," pungkasnya.
Baca juga:
Juru parkir di Malioboro tolak relokasi ke parkiran Abu Bakar Ali
Menengok parkiran baru 3 tingkat di kawasan Malioboro
Parkir semrawut, Bupati Dedi mengamuk di RSUD Purwakarta
Ini cara Ahok berantas parkir liar di Tanah Abang