Jurnalis Dianiaya Polisi dan Ratusan Mahasiswa Ditangkap saat Demo di Makassar
Belum ada keterangan polisi terkait penangkapan ratusan mahasiswa ini.
Kericuhan dua kali pecah dalam aksi mahasiswa di Makassar hari ini. Kericuhan terjadi sejak habis dzuhur dan ashar atau sekitar pukul 16.00 WITA.
Saat demo berujung kericuhan pecah, polisi mengejar mahasiswa yang tadinya mencoba mendekati kantor DPRD Sulawesi Selatan, lagi. Mereka dikejar hingga lorong-lorong sempit, dipukuli dan ditangkap.
Pengejaran juga dilakukan mulai dari Jalan Urip Sumoharjo, Jalan AP Pettarani hingga ke belokan Jalan Pengayoman mencapai jarak sekitar 3 kilometer.
Salah satu lorong yang disasar polisi adalah lorong sempit di samping showroom Jalan Urip Sumoharjo seberang jalan kantor DPRD Sulawesi Selatan.
Saat itu, ada mahasiswa yang berhasil diringkus polisi dan dipukuli beramai-ramai pakai pentungan. Di saat itu, peristiwa penganiayaan terhadap jurnalis bernama Muhamad Darwin Fatir dari LKBN Antara terjadi dan terpaksa dilarikan ke RS Awal Bross.
Rusdi, salah seorang jurnalis mengatakan, informasinya ada tiga jurnalis yang dianiaya tapi hanya yang korbannya Darwin yang dia lihat langsung.
Kronologi singkat kejadian sebagaimana diungkap Muhammad Darwin Fatir melalui Suriani, rekannya dari LKBN Antara bahwa saat polisi menganiaya mahasiswa, Darwin, merasa iba.
"Saya lalu berusaha mengingatkan polisi untuk tidak memukuli mahasiswa seperti itu. Saya berusaha mengingatkan bahwa perlakuan itu diliput media imbasnya bisa berakibat pada kredibilitas kepolisian di mata publik. Karena kejadian itu fakta maka jurnalis berhak meliputnya sebab di lindungi Undang-undang Pers. Namun beberapa oknum kepolisian ini malah melarang meliput dan mencoba menghalang-halangi saya mengambil gambar bahkan ada yang menghardik saya dengan kata-kata menantang, lalu saya dikerumuni mereka lantas dipukuli beramai-ramai seperti mahasiswa tadi," kata Suriani mengulang keterangan Darwin.
Dia menambahkan, Darwin dan jurnalis lainnya mengatakan berasal dari media, wartawan, tapi tetap dianiaya.
"Saya dianiaya hingga kepala saya kena pentungan, sampai bocor, tangan lebam hingga perut dan dada masih sesak sebab dihadiahi tendangan sepatu laras dari petugas yang masih berbekas dibaju putih yang saya kenakan. Beruntung ada Kapolrestabes Makasar memeluk saya untuk diselamatkan dari amukan oknum-oknum itu hingga saya berhasil keluar," kata Suriani masih mengulang keterangan Darwin.
Darwin kemudian dilarikan ke rumah sakit Awal Bros Makassar. Kata Suriani, Darwin alami luka di kepala belakang dan harus dijahit. Lebam di dua lengannya karena menangkis pukulan.
©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari
Adapun Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani meminta maaf atas insiden ini. Dia pun mengimbau kepada awak media menggunakan simbol ketika meliput aksi demonstrasi.
"Bisa pakai rompi pers. Kalau situasi chaos jangan terlalu dekat dengan pelaku unjuk rasa. Polisi mana tahu wartawan atau bukan. Yang kenal wartawan hanya Kapolres atau Kabid Humas. Anggota tidak ada yang kenal. Mohon maaf apabila terjadi insiden tadi," kata Dicky melalui WhatsApp grup resmi Polda Sulsel.
Sementara itu, ratusan mahasiswa yang ditangkap polisi hingga maghrib tadi dikumpulkan di kantor DPRD Sulsel. Jumlahnya hampir 200 orang. Mereka diminta buka baju.
Belum ada keterangan polisi terkait penangkapan ratusan mahasiswa ini. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko yang ada di lokasi enggan memberikan keterangan.
Baca juga:
76 Mahasiswa Dirawat di RSPP Usai Demo di Gedung DPR
Aksi Polisi Terus Halau Massa Anarkis
Permintaan Menteri Sri Mulyani ke Mahasiswa Demonstran Agar Ekonomi RI Tak Terganggu
Ketua DPR: Kami Sudah Penuhi Tuntutan, Tolong Mahasiswa Kembali ke Rumah
Suasana Terkini di Depan Gedung DPR
Disuruh Pulang Orangtua, Mahasiswa Ini Minta Dikawal Polisi ke Stasiun Palmerah
Pintu Tol Depan Kantor BPK Dibakar