LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dukung komitmen majukan perekonomian Indonesia, PTBA gencar lakukan inovasi

Apa saja inovasi yang akan dan telah dilakukan PTBA guna membuktikan komitmen untuk memajukan perekonomian Indonesia?

2018-10-17 18:24:00
BukitAsamBeyondCoal
Advertisement

Setelah memperoleh predikat sebagai Asia's Most Trusted Company 2017 kategori Coal Mining Company di Asia dari International Brand Consulting Corporation, USA, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tentu saja semakin terlecut untuk memajukan perekonomian Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui beragam inovasi. Misalnya, makin digencarkannya penjualan batu bara produksi PTBA ke dalam dan luar negeri dan rencana lain untuk melakukan berbagai pengembangan teknologi.

Tercatat, hingga semester pertama tahun 2018, PTBA telah sukses menjual 12,22 ton batu bara dengan rincian 6,37 juta ton atau sekitar 52,1 persen untuk pasar domestik. Selain itu, 5,95 juta ton atau 47,9 persen lain diperuntukkan bagi pasar ekspor.

Di ranah pasar ekspor, PTBA telah memasok batu bara ke beberapa negara besar, seperti China, India, Thailand, dan Hongkong. Pada 2018 ini memang PTBA mulai mengekspor batu bara medium to calorie sebagai strategi untuk menyiasati Domestic Market Obligation atau DMO.

Advertisement

Disebabkan oleh naiknya harga dan permintaan batu bara, PTBA sudah bersiap untuk memenuhi request batu bara high calorie dari pasar ekspor. Sampai akhir semester II 2018, PTBA dipastikan akan semain menggencarkan penjualan batu bara high calorie untuk pasar ekspor. Bila ditotal, sepanjang tahun 2018 ini diperkirakan penjualan ekspor batu bara PTBA mencapai 12,14 juta ton.

Peningkatan penjualannya di semester pertama tahun 2018 ini menghadirkan grafik pendapatan yang naik secara signifikan bagi PTBA. Hal tersebut tentu saja memiliki imbas dan dampak yang amat diperhitungkan bagi sumbangan devisa negara.

Bila dilihat dari laba, pada semester pertama 2018, PTBA sukses meraup laba sebesar Rp 2.58 triliun. Catatan tersebut mengalami peningkatan sebesar 49% dari laba di jangka waktu yang sama tahun 2017 yakni Rp 1,27 triliun. Tak hanya itu, pendapatan PTBA pun mengalami kenaikan hingga 17% dari semester pertama 2017 menjadi Rp 10,53 triliun.

Advertisement

Lakukan diversifikasi dan hilirisasi batu bara

Selain menggencarkan peningkatan penjualan, PTBA pun telah mulai melakukan hilirisasi batu bara. Hal tersebut bisa dilihat dari penandatanganan kesepakatan kerja sama hilirisasi batu bara yang dilakukan PTBA dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada Desember 2017. Lewat proses hilirisasi ini, batu bara nantinya akan diubah menjadi produk turunan yang diklaim dapat menghadirkan nilai jual yang lebih tinggi.

Pengembangan diversifikasi usaha yang dilakukan PTBA salah satunya melalui PLTU Mulut Tambang Sumatera Selatan (Sumsel) 8 di mana konstruksinya akan dimulai dalam waktu dekat. Nantinya, listrik dari sana akan dipasok agar mampu memenuhi kebutuhan listrik di seluruh Sumatera.

Tahun 2018 ini, PTBA telah memberikan alokasi dana sebesar Rp 6,55 triliun untuk investasi, dengan rincian Rp 1,43 triliun untuk investasi rutin dan Rp 5,12 triliun untuk investasi pengembangan. Dengan nilai alokasi yang sebesar itu, diharapkan PTBA dapat terus mendukung diversifikasi produk dan mampu meluaskan penjualan produk.

Inovasi yang dihadirkan PTBA tak berhenti sampai di situ saja. Sebagai anggota holding BUMN Industri Tambang, PTBA pun telah mengonfirmasi kesiapan untuk bersinergi dengan anggota holding BUMN Industri Tambang lainnya. Hal ini pun telah dipersiapkan, salah satunya melalui proyek PLTU Halmahera Timur berkapasitas 2x40 MW. Dalam proyek tersebut, PTBA siap menghadirkan pasokan energi bagi pabrik baru Feronikel milik PT Antam Tbk di Halmahera Timur.

Selain itu, proyek sinergi juga siap dijalankan dengan PT Inalum (Persero) Tbk pada proyek PLTU Kuala Tanjung berkapasitas 2x350 MW. Nantinya akan disediakan pasokan energi listrik bagi pabrik ekspansi Alumunium Smelter II.

Berbagai bentuk pengembangan di atas tentu saja dirasa amat sejalan dengan tagline “Beyond Coal”, di mana PTBA terus berupaya untuk melakukan hilirisasi batubara. Di masa mendatang nanti, diharapkan PTBA mampu terus melakukan peningkatan nilai tambah dan pendapatan. Dengan begitu, PTBA dapat secara kontinu memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia melalui penerimaan devisa dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

(mdk/aki)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.