LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jumlah Warga Jember Ibadah Imlek di Klenteng Tertua Pay Lien San Berkurang Drastis

Suasana Imlek tahun ini terasa amat berbeda di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San, yang ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Salah satu TITD atau klenteng tertua di Jember ini tidak lagi dipadati umat Tri Dharma seperti tahun-tahun sebelumnya.

2021-02-13 00:03:00
Imlek
Advertisement

Suasana Imlek tahun ini terasa amat berbeda di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Pay Lien San, yang ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Salah satu TITD atau klenteng tertua di Jember ini tidak lagi dipadati umat Tri Dharma seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Memang kami memberi imbauan agar umat Tri Dharma melaksanakan ibadat Imlek di rumah saja, sesuai protokol kesehatan. Selain itu, umat juga sudah punya kesadaran sendiri untuk melaksanakan ibadat di rumah menghindari kerumunan," ujar Jap Swie Liong alias Hery Noven Stadiono, Wakil Ketua TITD Pay Lien San saat ditemui di sela-sela ibadat Imlek, Jumat (12/2).

Imbauan merayakan Imlek dengan ini sederhana dan di rumah saja ini juga mengacu pada Surat Imbauan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang dikeluarkan untuk umat Tri Dharma beberapa waktu yang lalu.

Advertisement

Karena menaati imbauan tersebut, umat Tri Dharma yang merayakan Imlek di tempat tersebut berkurang drastis. "Hari ini tinggal 10 persen di banding tahun-tahun sebelumnya," lanjut Hery.

Meski demikian, hal ini tidak mengurangi semangat umat Tri Dharma yang merupakan gabungan dari penganut tiga aliran, yakni Buddha, Konghucu dan Taoisme.

"Kita telah melewati tahun Tikus dengan ujian berat, yakni Pandemi. Karena itu tadi kita berdoa agar Imlek kali ini, memasuki Tahun Kerbau, ujian pandemi ini bisa berakhir," ucap Hery.

Advertisement

Beberapa ritual atau tradisi seperti makan bersama setiap Imlek di TITD, juga ditiadakan untuk menghindari kerumunan.

"Biasanya kita mengawali ritual Imlek ini dengan mencuci patung dewa, seminggu sebelum Imlek. Pencucian ini memiliki makna untuk menghapus dosa-dosa yang ditinggalkan umat ketika datang ke sini. Tetapi karena pandemi, hal itu juga kita hilangkan," pungkas Hery.

Pantauan merdeka.com, seluruh umat yang hadir nampak disiplin mematuhi prokes. Yakni dengan memakai masker dan mencuci tangan di tempat cuci yang telah disediakan pengurus TITD.

Maria Tanuredja, salah satu umat Tri Dharma yang datang ke TITD Pay Lien San mengaku prihatin dengan suasana pandemi kali ini. Biasanya ia datang ke TITD setiap imlek bersama keluarga besarnya.

"Tetapi karena pandemi, saya tidak membawa oma yang sudah lansia. Anak-anak juga tidak kita bawa, agar tidak beresiko," pungkas Maria.

Baca juga:
Sejarawan Harap Masyarakat Indonesia Tak Terjebak Politik Rasialis Era Kolonialisme
Doa Imlek Wagub DKI: Masyarakat Bisa Segera Normal Kehidupannya dan Sejahtera
Tahun Baru Imlek, Narapidana di Jateng Ini Satu-satunya yang Dapat Remisi
Walkot Tangerang Pantau Perayaan Imlek di Vihara Pastikan Penerapan Prokes
Libur Imlek, Penumpang Tujuan Bandara I Gusti Ngurah Rai Meningkat
Penuh Kesederhanaan, Ini Cerita Warga Cirebon Rayakan Imlek di Tengah Covid-19

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.