Jumlah Fantastis: 460 Pramuka Sulsel Siap Berangkat ke World Muslim Scout Jamboree 2025!
Gubernur Sulawesi Selatan telah melepas 460 Pramuka Sulsel untuk mengikuti World Muslim Scout Jamboree 2025. Simak persiapan dan pesan penting yang mereka bawa untuk ajang dunia ini!
Makassar, Sulawesi Selatan – Sebanyak 460 anggota Pramuka terbaik dari Sulawesi Selatan resmi dilepas untuk mengikuti ajang bergengsi World Muslim Scout Jamboree 2025. Pelepasan kontingen ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Jumat lalu.
Acara jambore Pramuka Muslim dunia yang pertama kali diselenggarakan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 14 September 2025. Lokasi perhelatan akbar ini adalah Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, yang akan menjadi saksi pertemuan ribuan Pramuka dari berbagai negara.
Kontingen Pramuka Sulsel ini diharapkan dapat menjadi duta daerah sekaligus representasi Indonesia di kancah internasional. Mereka akan membawa semangat persatuan, pembelajaran, dan kepemimpinan dalam setiap kegiatan yang diikuti selama jambore berlangsung.
Pesan Penting Gubernur untuk Kontingen Pramuka Sulsel
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta yang telah dipercaya mewakili Sulawesi Selatan dan Indonesia. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa di ajang internasional tersebut.
Gubernur juga memberikan pesan khusus terkait persiapan diri para peserta, termasuk penguasaan bahasa asing. "Minimal harus menguasai dasar bahasa Arab dan Inggris," ujar Andi Sudirman Sulaiman, sembari menambahkan pentingnya menghafal Dasa Darma Pramuka dalam kedua bahasa tersebut.
Pesan tersebut bertujuan untuk membekali para Pramuka Sulsel agar lebih percaya diri dan mampu berinteraksi dengan peserta dari negara lain. Persiapan matang dalam segala aspek menjadi kunci sukses bagi kontingen ini di World Muslim Scout Jamboree 2025.
Jambore Dunia: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Andi Sudirman Sulaiman mengingatkan bahwa World Muslim Scout Jamboree bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah wadah pembelajaran yang komprehensif. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kepemimpinan dan membentuk karakter para Pramuka muda.
Setiap proses, mulai dari latihan hingga kerja keras, merupakan bagian integral dari pembentukan diri. Gubernur menekankan bahwa semua pencapaian membutuhkan usaha dan dedikasi yang tinggi.
Selain itu, aspek spiritual juga tidak luput dari perhatian. "Jangan lupa perbanyak doa, karena yang bisa mengubah garis takdir itu doa," pesan beliau, menyoroti pentingnya keseimbangan antara usaha fisik dan spiritual dalam meraih kesuksesan.
Kolaborasi Kwartir Nasional dan IPM Gontor
Penyelenggaraan World Muslim Scout Jamboree ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Ikatan Pelajar Muslim (IPM) Gontor dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat dalam memajukan gerakan kepanduan di Indonesia dan dunia.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kepanduan, menjadi fondasi kuat bagi suksesnya acara ini. Keterlibatan IPM Gontor juga menegaskan dimensi keagamaan dalam kegiatan kepanduan muslim ini.
Melalui kerja sama ini, diharapkan World Muslim Scout Jamboree 2025 dapat menjadi platform efektif untuk mempererat tali persaudaraan antar Pramuka Muslim sedunia. Ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan lintas budaya.
Sumber: AntaraNews