Jual sisik penyu hingga Singapura, akhirnya Adi diringkus polisi
Adi terancam dibui di atas lima tahun.
Adi (35), warga Jalan Rajawali III, Makassar, Sulawesi Selatan, diringkus polisi di kediamannya di samping Rumah Susun Sederhana Mewah (Rusunawa) Tanjung, Kamis (3/3), pukul 09.10 WITA. Adi adalah pebisnis sisik penyu sudah beroperasi sejak dua tahun terakhir.
Sisik-sisik penyu itu akan dijual ke Surabaya, Jakarta, hingga Singapura. Dia diringkus setelah sebelumnya diselidiki. Adi digelandang ke Mapolda Sulsel setelah dicokok di rumahnya, oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel dipimpin Kepala Unit Sub Direktorat IV, Kompol Benyamin.
"Kita mengamankan 365 sisik dari 29 ekor penyu," kata Kompol Benyamin saat dikonfirmasi.
Sisik penyu dijual hingga ke Singapura itu rata-rata dibanderol Rp 750 ribu per keping. Untuk yang kualitas wahid mencapai seharga Rp 8 juta. Penentuan harga tergantung ukuran, bobot, dan kualitas. Selain sisik penyu, turut disita dua penera berat, masing-masing timbangan duduk dan timbangan digital.
Bunyamin tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Adi menjalankan bisnis sisik penyunya ini. Tidak dijelaskan apakah dia seorang pengepul atau terlibat langsung berburu sisik penyu. Padahal, satwa itu dilindungi pemerintah.
"Adi pasti tidak jalan sendiri. Ini semua masih kita dalami karena kuat indikasi bisnis sisik penyu ini adalah jaringan internasional," kata Bunyamin.
Atas perbuatannya, Adi disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati, pasal 21 ayat 2 huruf d ancaman pidana penjara di atas lima tahun.
Baca juga:
Penyelundupan alat bantu seks asal Eropa di Lampung digagalkan
Polisi amankan truk berisi pil ginseng ilegal asal China
Polisi telisik unsur kesengajaan 3 orangutan yang tewas terbakar
Ini penjelasan peneliti soal 3 orang utan tewas terbakar di Kaltim
Diburu buat kejantanan, kepala Kukang dijual Rp 450 ribu per ekor
Empat kisah binatang disiksa buat selfie, bikin netizen ngamuk
Cegah kepunahan, cula badak hitam Afrika Selatan dipotong massal