LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jual sabu, anggota Polda Sumut diringkus

"Tersangka ditangkap sedang transaksi sabu-sabu seberat 100 gram," ujar Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto.

2012-05-25 22:37:54
polisi narkoba
Advertisement

Anggota polisi kembali ditangkap karena terlibat dalam peredaran narkoba di Sumatera Utara. Kali ini, Bripka Adi, anggota Bid Dokkes Polda Sumut, yang tertangkap tangan saat transaksi narkoba.

Bripka Adi ditangkap di rumah kosnya di Jalan Sendok No 1, Kelurahan Sei Putih Timur, Medan Petisah. Dia ditangkap bersama pria asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Fauzi Nurdin M Nur.

"Tersangka ditangkap sedang transaksi sabu-sabu seberat 100 gram dengan petugas yang melakukan penyamaran," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto kepada wartawan, Jumat (25/5).

Dia menjelaskan barang bukti sabu-sabu yang ditransksikan bertaburan di lokasi penangkapan, karena petugas dan kedua tersangka sempat ingin saling mengamankan barang bukti. Selain satu-sabu, 215 butir ekstasi juga diperoleh setelah polisi melakukan penggeledahan di rumah kos oknum Bripka Adi.

"Saat ini kasusnya masih kita kembangkan di Direktorat Reserse Narkoba," kata Andjar.

Informasi yang dihimpun di lokasi penggerebekan, sejumlah polisi berpakaian preman datang ke lokasi itu menumpang mobil Toyota Avanza  hitam. Mereka langsung masuk ke rumah kos yang dihuni Bripka Adi dan sejumlah mahasiswa.

Sejumlah saksi mata menyatakan, selain Bripka Adi, polisi sempat membawa 7 mahasiswa dari lokasi itu menggunakan dua unit mobil. "Sempat terdengar lima kali tembakan, tapi nggak tahu apa yang ditembak. Saat saya lihat dari jendela tidak ada darah yang berceceran," kata Jagar Harianja, warga yang mengaku menyaksikan pengrebekan.

Jagar memaparkan, sebelum penggerebekan ini, polisi lebih dulu menggerebek rumah kos lain di kawasan itu. "Pertama polisi menggerebek rumah kost yang di belakang. Dalam waktu 30 menit ada pengrebekan kedua," tandasnya.

Selama ini, kata Jagar, penghuni rumah kos tersebut sangat tertutup dan tidak bergaul dengan warga sekitar. "Wanita dan pria sering keluar masuk dari tempat itu sampai tengah malam," ujarnya.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.