LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jompo penghuni Tunas Bangsa meninggal karena Infeksi organ tubuh

Jompo penghuni Tunas Bangsa meninggal karena Infeksi organ tubuh. Sebelumnya, M Yamin, dievakuasi dari Yayasan Tunas Bangsa ke Rumah Sakit Jiwa Tampan untuk diperiksa kejiwaannya. Namun tadi malam kondisi kritis dan dilarikan ke RSUD dan meninggal dunia. Sakit tersebut karena keturunan, lingkungan, dan cara hidupnya.

2017-02-09 16:49:54
Penganiayaan Panti Asuhan
Advertisement

M Yamin, penghuni panti jompo yang dievakuasi dari Yayasan Tunas Bangsa meninggal dunia pagi tadi pukul 10.00 WIB. Pria lanjut usia itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ‎karena menderita infeksi pada organ tubuh atau sepsis.

Direktur Utama RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Nurzelly Husnedy, membenarkan adanya pasien dari RSJ yang dibawa karena sakit. Menurut dia, pria yang berusia 70 tahun itu menderita sakit sepsis dan meninggal di RSUD setelah sempat mendapat perawatan.

"Diagnosa kita pasien ini menderita sepsis atau infeksi yang sudah menyebar di seluruh organ tubuh. Kita tidak tahu kondisi dia sebelumnya, karena yang kita terima sudah menderita sakit sepsis, " kata Nurzelly saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (9/2).

Dijelaskan Nurzelly, Yamin dibawa petugas RSJ Tampan ke RSUD Arifin Ahmad pada Rabu (7/2) sekitar pukul 20.13 WIB karena mengalami kritis. Kemudian petugas medis RSUD Arifin Ahmad Peka‎nbaru menindaklanjuti.

"Daritadi malam dibawa ke sini, kemudian kita rawat dan meninggal tadi sekitar pukul 10.00 WIB," katanya.‎

Korban sebelumnya masih menjalani observasi di RSJ Tampan karena diduga mengalami gangguan jiwa. Dia merupakan salah satu penghuni Panti Tunas Bangsa yang dievakuasi ke RSJ untuk ditentukan statusnya apakah mengalami gangguan jiwa atau sudah normal.

Menurut Nurzelly, seseorang baik orang normal maupun yang mengalami gangguan jiwa bisa menderita sepsis atau infeksi pada organ tubuh karena berbagai faktor kondisi. Seperti faktor ‎genetik atau keturunan, lingkungan, dan cara hidupnya.

‎"Orang biasa (normal) juga bisa mengalami penyakit ini, tergantung faktor lingkungan, keturunan dan cara hidupnya. Kita tahunya dia sudah sampai di sini dan baru kita ketahui penyakitnya ternyata Sepsis," katanya.

Selanjutnya, Nurzelly akan menitipkan jenazah Yamin ke kamar mayat dan menunggu pihak keluarga atau kerabat lainnya untuk menjemput dan memakamkannya. Sebab, pihak rumah sakit hanya berwenang dalam penanganan medis.

"Kita lihat nanti siapa yang jemputnya‎, jika keluarganya akan kita serahkan," ucap Nurzelly.

Sebelumnya, sejumlah pasien lanjut usia dan orang dengan gangguan jiwa dievakuasi oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Riau dari Panti Asuhan dan Panti Jompo milik Yayasan Tunas Bangsa.

Evakuasi dilakukan lantaran adanya kasus kematian balita M Zikli yang berusia 18 bulan itu, yang diduga tewas karena penganiayaan. ‎Setelah digerebek polisi dan sejumlah SKPD Pemprov Riau, ternyata yayasan tersebut tidak layak ditempati karena mirip penjara dan tidak baik untuk kesehatan penghuni.

Selanjutnya, pemerintah dan polisi mengevaluasi penghuni ke beberapa tempat seperti RSJ bagi yang mengalami gangguan jiwa dan lanjut usia serta anak anak di bawah umur dibawa ke rumah Aman Dinas Sosial Riau.

Baca juga:
Pasien jompo penghuni Yayasan Tunas Bangsa Riau meninggal
Jawaban ngeles pemilik panti di Pekanbaru soal kematian balita Zikli
Polisi bakal tindak tegas panti asuhan tak layak & eksploitasi anak
Ngaku tak bunuh balita Zilki, pemilik panti klaim sayang anak-anak
Polisi temukan 7 bocah Panti Tunas Bangsa 'diumpetin' di rumah warga
Polisi temukan 5 Balita disembunyikan pemilik Panti Tunas Bangsa
Pemilik Panti Tunas Bangsa diduga aniaya bayi 18 bulan hingga tewas

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.