LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: Tidak Apa Kasus Covid-19 Naik Lebaran, Tetapi Kecil Saja

Dia menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 Indonesia pernah mencapai 176.000 pada Februari 2021. Namun, Indonesia berhasil menekan penyebaran Covid-19 dan melewati puncak kasus aktif.

2021-05-20 14:41:47
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kenaikan kasus positif Covid-19, usai Lebaran 2021. Pasalnya, terdapat 1,5 juta masyarakat yang nekat pulang ke kampung halaman selama periode pelarangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021.

"Jangan sampai karena Lebaran kemarin ini, kita sudah melarang mudik tetapi tetap ada 1,5 juta (warga) yang mudik. Naik enggak apa, tetapi kecil. Ini yang kita harapkan," jelas Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Kepulauan Riau, sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5).

Dia menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 Indonesia pernah mencapai 176.000 pada Februari 2021. Namun, Indonesia berhasil menekan penyebaran Covid-19 dan melewati puncak kasus aktif.

Advertisement

Berdasarkan data Jokowi, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 18 Mei sebanyak 87.514. Untuk itu, dia tak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Oleh sebab itu, jaga-jaga harus terus kita tekan," ucapnya.

Jokowi menyebut terjadi kenaikan kasus aktif Covid-19 di Kepulauan Riau saat ini. Padahal, kata dia, pada Agustus 2020 kasus aktif virus corona di Kepulauan Riau masih 362.

Advertisement

Kemudian, melompat hingga 1.240 kasus aktif di Oktober 2020. Kasus aktif Covid-19 di Kepulauan Riau pun sempat menurun cukup drastis menjadi 192 di bulan Februari 2021. Namun, kini kasus aktif di Kepulauan Riau kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

"Tapi kelihatannya Bapak/Ibu tidak waspada di sini, di bulan Februari dan Maret ada kelengahan di situ. Harusnya diinjek terus sampai ke bawah. Sehingga April dan Mei sekarang sudah 2.015 (kasus). Hati-hati, kasus aktifnya di angka yang lumayan tinggi di angka 14,72 (persen)," jelas Jokowi.

Dia pun meminta kepala daerah untuk segera melakukan upaya-upaya penanganan apabila ditemukan satu kasus positif Covid-19. Hal ini untuk mencegah agar penyebaran virus corona tak semakin meluas.

"Ada kena (Covid-19) satu, langsung isolasi. Ada dua, langsung karantina. Cepat gerakan kita," ucapn dia.

"Jangan lengah, jangan menunggu chaos baru kita bertindak. Sudah Terlambat, hati-hati," sambung Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi: Ancaman Covid-19 Belum Berakhir, Beberapa Negara Kembali Alami Kenaikan
Satgas Sebut Ada Potensi Gelombang Kedua Covid-19 di Indonesia
Terapi Plasma Konvalesen Tergantung Faktor Dosis, Kadar Antibodi dan Waktu Pemberian
Dinas Pendidikan DKI Batasi Kuota Peserta Didik Non-Jakarta Maksimal 2 Persen
Jokowi Minta Kepala Daerah Pantau Indikator Pengendalian Pandemi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.