Jokowi: Setiap saya ada di tengah Nahdliyin suasananya dingin & sejuk
Presiden Joko Widodo mengaku setiap kali berada di tengah para Nahdliyin, para ulama dan masuk ke pondok pesantren yang dikelola Nahdlatul Ulama selalu merasakan suasana kesejukan. Hal itu diungkapkan Jokowi saat membuka Munas Alim Ulama dan Konfrensi Besar NU di Masjid Hubbul Wathan kota Mataram, Nusa tenggara Barat.
Presiden Joko Widodo mengaku setiap kali berada di tengah para Nahdliyin, para ulama dan masuk ke pondok pesantren yang dikelola Nahdlatul Ulama selalu merasakan suasana kesejukan. Hal itu diungkapkan Jokowi saat membuka Munas Alim Ulama dan Konfrensi Besar NU di Masjid Hubbul Wathan kota Mataram, Nusa tenggara Barat.
"Setiap kali saya berada di tengah Nahdliyin, begitu masuk yang ada suasananya dingin dan sejuk, apalagi di tengah para alim ulama NU. Begitu juga pas masuk ke pesantren NU suasananya dingin dan sejuk," ujar Presiden Jokowi dilansir Antara, Kamis (23/11).
Menurut Jokowi, kesejukan ini tidak hanya dirasakannya tetapi juga dirasakan beberapa pemimpin negara Islam di dunia yang pernah hadir di Indonesia, seperti saat dirinya bertemu dengan Presiden Afganistan, Ashraf Gani.
"Saya sampaikan kepada Ashraf Gani, Indonesia memiliki 17 ribu pulau, 714 suku, 1.100 lebih bahasa lokal dan agama yang macam-macam. Kenapa saya ceritakan, karena banyak negara dan kepala negara di dunia tidak tahu, kalau Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia, 87 persennya adalah muslim, oleh sebab itu terus berulang-ulang saya sebut itu," jelasnya.
Karena kekaguman Presiden Afganistan, terhadap kesatuan, persatuan, persaudaraan. Ukuwah Islamiyyah dan ukuwah watoniah, tersebut, Presiden Afganistan akhirnya mengirim tim besar ke Indonesia. Di bawah pimpinan Muhammad Karim Kalili, mantan Wapres Afganistan bersama 35 ulama dan tokoh besar Afganistan mengunjungi Indonesia.
"Untuk apa melihat sendiri Indonesia karena diberi cerita Presiden Afganistan. Mereka sudah ke NU, pesantren, beliau langsung menyatakan betul kagum, meski memiliki 714 suku tapi Indonesia tetap bersatu," katanya.
Di Afganistan sendiri, kata Jokowi, meski memiliki 7 suku. Tapi karena dua suku bertikai dan terjadi perang karena masing-masing membawa kawan dari luar terjadilah perang yang sudah berlangsung sejak 1973 atau 40 tahun dilanda perang hingga sekarang.
Melihat kondisi itu, tutur Jokowi, Presiden Afganistan melalui Muhammad Karim Kalili, meminta Indonesia berperan menjadi mediator untuk mengakhiri pertikaian di Afganistan.
"Saya sampaikan, bismillah saya sanggupi," ucap Jokowi.
Padahal lanjut Jokowi, dari cerita Ashraf Gani, Afganistan adalah negara kaya, memiliki deposit emas terbesar di dunia, deposit minyak dan gas. Namun, karena tidak bisa di kelola, sehingga tidak bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya, karena posisi dan kondisi perang selama empat dekade.
Melihat kondisi itu, akhirnya Presiden Afganistan kembali mengirim utusan dalam jumlah besar ke Indonesia, rombongan pertama dari para ulama Afganistan dan rombongan kedua yang akan di kirim adalah dari Taliban.
"Nanti dari Indonesia juga akan di kirim ulama, untuk memberikan pengalaman di Indonesia di bawa ke Afganistan," terangnya.
Menurut Jokowi, ketertarikan negara lain kepada Indonesia, karena negara lain melihat Indonesia sebagai negara yang tidak memiliki kepentingan, netral, dingin dan sejuk.
"Itu semua tidak lepas berkat peran organisasi Islam terbesar di Indonesia NU," tandas Jokowi di hadapan peserta Munas Alim Ulama dan Konfrensi Besar NU(mdk/dan)