LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi Sentil Emil: Percuma Kalau Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, TBC-nya Juga

Dalam kesempatan yang sama, Emil mengungkapkan kasus TBC di provinsi yang dipimpinnya mencapai ratusan ribu jiwa. Namun dia berkilah, hal itu tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang sangat banyak.

2020-01-29 16:02:16
Jokowi
Advertisement

Provinsi Jawa Barat termasuk daerah dengan kasus tuberkulosis terbanyak di Indonesia. Presiden Joko Widodo mengingatkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil, untuk melakukan pembenahan.

"Saya titip di daerah juga sama (melakukan upaya pencegahan dan eliminasi TBC). Percuma kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi tingkat TBC-nya juga tinggi," tegas Jokowi di acara eliminasi TBC 2030, di Techno Park, Kota Cimahi, Rabu (29/1).

Dalam kesempatan yang sama, Emil mengungkapkan kasus TBC di provinsi yang dipimpinnya mencapai ratusan ribu jiwa. Namun dia berkilah, hal itu tidak terlepas dari jumlah penduduknya yang sangat banyak.

Advertisement

"Kasus TBC di Jabar memang termasuk tinggi, jumlahnya 100 ribuan (jiwa). Tapi, penduduk kami juga secara persentase paling besar. Jabar adalah 20 persennya Indonesia," kata Emil.

Kondisi jumlah penduduk yang banyak bukan hal mudah untuk membuat tingkat keberhasilan dalam pengentasan kasus TBC berjalan fluktuatif di angka 73 sampai 90 persen. Meski demikian, Emil mengaku sudah menyiapkan langkah strategis menggunakan teori penthahelix atau kolaborasi.

"Kita membentuk koalisi, gabungan tenaga kesehatan pencanangan rumah sakit di 9 kab kota fokus pada penanggulangan TBC," ucap dia.

Advertisement

Jokowi menambahkan, saat ini yang perlu dilakukan adalah menitikberatkan sekaligus fokus pada upaya pencegahan dibandingkan pengobatan. Menurutnya, sektor kesehatan itu bukan hanya urusan dokter atau Menteri Kesehatan saja.

"Ada peran dari Kementerian PUPR, Dinas PU. Jangan hanya mengurusi jalan tol. Bukan. Hal-hal yang tadi saya sampaikan. Drainase yang lancar, bersih, itu juga penting. Pengelolaan sampah yang baik, penyediaan air yang bersih juga penting," kata dia.

"Pembangunan rumah juga penting yang sirkulasinya sehat. Saya perintahkan rumah yang belum sehat agar segera dikerjakan Kemen PUPR, terutama di Jabar, tadi pak gubernur minta," katanya melanjutkan.

Ia optimistis, apabila semua menyadari pentingnya pencegahan, maka eliminasi TBC 2030 bisa lebih mudah direalisasikan. Puskesmas pun harus dirancang untuk melakukan pencegahan penyakit bukan pusat pengobatan penyakit.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Gunakan anggaran untuk mencegah," ucap dia.

Gandeng Kementerian PUPR Terkait Eliminasi TBC

Jokowi menegaskan upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) tidak bisa hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan. Bahkan, ia memiliki instruksi khusus untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut dia, ada banyak faktor yang bisa menyukseskan program eliminasi TBC tahun 2030. Pengembangan desa dan perkotaan hingga hunian adalah kunci berkaitan dengan pencegahan penularan penyakit.

Ia memang ingin semua pihak menitikberatkan sekaligus fokus pada upaya pencegahan dibandingkan pengobatan.

"Sektor kesehatan itu bukan hanya urusan dokter, Menteri Kesehatan, Dinas Kesehatan saja. Tapi ada peran dari Kementerian PUPR, Dinas PU. Jangan hanya mengurusi jalan tol. Bukan," katanya.

"Hal-hal yang tadi saya sampaikan. Drainase yang lancar, bersih, itu juga penting, pengelolaan sampah yang baik, penyediaan air yang bersih juga penting. Pembangunan rumah juga penting yang sirkulasinya sehat. Saya perintahkan rumah yang belum sehat agar segera dikerjakan Kemen PUPR, terutama di Jabar, tadi pak gubernur minta," jelasnya.

Ia optimistis, apabila semua menyadari pentingnya pencegahan, maka eliminasi TBC 2030 bisa lebih mudah direalisasikan. Puskesmas pun harus dirancang untuk melakukan pencegahan penyakit bukan pusat pengobatan penyakit.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Gunakan anggaran untuk mencegah, ucap dia.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.