Jokowi Resmikan Bendungan Randugunting
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai aliran irigasi ke lahan pertanian tetapi juga berpotensi besar menjadi objek wisata.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Rabu (5/1). Keberadaan bendungan yang memiliki kapasitas tampung air sebesar 14,43 juta meter kubik dapat memberikan manfaat dan bisa mengairi 670 hektare sawah di Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang.
"Selesainya Bendungan Randugunting ini ketahanan pangan kita akan lebih baik, kemandirian pangan semakin baik. Kunci ketahanan pangan adalah air. Air akan ada kalau kita miliki waduk sebanyak-banyaknya. Bendungan Randugunting ini nanti juga bisa menjadi tempat pariwisata yang baik untuk masyarakat Blora dan sekitarnya," kata Jokowi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai aliran irigasi ke lahan pertanian tetapi juga berpotensi besar menjadi objek wisata.
"Bisa dimanfaatkan untuk sumber air bersih termasuk nanti untuk pariwisata. Bagus sekali ini bentuknya dan ini sudah mulai terisi. Mudah-mudahan nanti bisa manfaat untuk semuanya," ujarnya.
Baca juga:
Selama 2021, Pemerintah Telah Resmikan 13 Bendungan
Pembangunan Bendungan Pidekso Rampung Lebih Cepat dari Target
Sementara itu dari petani pemakai air (P3A) Sambungrejo Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Markum mengatakan sebelum ada Bendungan Randugunting, pada petani di Kecamatan Sumber, Rembang, memanfaatkan saluran irigasi Kedungsapen. Namun karena kondisi saluran irigasi itu sudah dangkal dan tidak bagus maka debit air terus berkurang.
"Bendungan Randugunting sudah diresmikan. Setelah ada bendungan ini airnya bisa dialirkan ke DI Kedungsapen untuk mencukupi daerah persawahan di Kecamatan Sumber dan Kaliori Kabupaten Rembang , sekitar 1.520 hektare," ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Matroji, warga Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora mengaku keberadaan Bendungan Randugunting itu diharapkan dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat di sekitarnya.
"Sebelum ada bendungan ini, sumber air kurang karena daerahnya di tengah hutan dan pegunungan. Kekurangan air itu juga dikarenakan hutan yang gundul. Ke depan ini bis dimanfaatkan untuk memakmurkan masyarakat," terangnya.
Bendungan Randugunting dibangun dengan dana mencapai RP 880 miliar. Bendungan yang terletak di Desa Kalinanas itu memiliki luas genangan 187,19 hektare dengan total kapasitas tampung sebanyak 14,43 juta meter kubik. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare.
Bendungan Randugunting diharapkan juga akan mereduksi banjir sebesar 75 persen atau 81 meter kubik per detik dengan pengurangan luar areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare. Bendungan Randugunting juga memiliki potensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem solar panel.
Baca juga:
3 Fakta Unik Bendungan Pidekso yang Baru Diresmikan, Jadi Sumber Kemakmuran
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso di Wonogiri Senilai Rp772 Miliar
Melihat Aksi Presiden Jokowi Dayung Perahu Naga saat Resmikan Bendungan Ladongi
3 Fakta Bendungan Bawah Tanah Bribin, Jadi Solusi Kelangkaan Air di Gunungkidul
Menteri Basuki: Bendungan Tugu Bisa Dimanfaatkan untuk Pengendali Banjir