LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi minta TNI kurangi impor kebutuhan pertahanan

"Modernisasi teknologi pertahanan harus dilakukan untuk mengimbangi kemajuan zaman."

2015-12-16 15:48:03
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI untuk mengurangi ketergantungannya terhadap impor akan kebutuhan pertahanan nasional. Menurut Jokowi, hal ini sebagai langkah untuk mewujudkan kemandirian pertahanan.

"Kita harus mewujudkan kemandirian pertahanan yang mengurangi ketergantungan kepada impor kebutuhan-kebutuhan pertahanan melalui pengembangan industri pertahanan nasional kita‎," kata Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/12).

Untuk membangun kekuatan pertahanan, kata Jokowi, TNI harus bisa memenuhi kebutuhan alutsista secara terpadu. Baik di laut, udara maupun darat karena saat ini hampir semua negara berlomba-lomba untuk memajukan teknologi pertahanannya.

"Kita harus melakukan upaya membangun postur pertahanan TNI yang makin kokoh, dan semakin kokoh, alutsista yang semakin lengkap, dan makin modern," jelas Presiden.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan, upaya postur pertahanan TNI yang semakin kokoh harus dibangun. Kemudian, alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang semakin lengkap atau semakin modern.

‎"Modernisasi teknologi pertahanan harus dilakukan untuk mengimbangi kemajuan zaman," tuup Jokowi.

Sekedar diketahui, belum lama ini Presiden Jokowi menolak rencana pembelian helikopter AgustaWesland AW101 yang diusulkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna. Penolakan itu merupakan hasil rapat kabinet terbatas mengenai alat utama sistem persenjataan TNI di Kantor Presiden pada Kamis 3 Desember 2015 lalu.

Helikopter AgustaWestland AW101 merupakan buatan Inggris-Italia. Salah satu alasannya karena Presiden Jokowi menganggap helikopter kepresidenan saat ini, Helikopter Superpuma masih bisa digunakan secara maksimal. Alasan kedua, dalam kondisi keuangan negara saat ini pembelian helikopter AgustaWestland dianggap terlalu mahal.

Baca juga:
Kisah putra-putra Papua yang bangga jadi prajurit TNI
TNI AU: Atribut militer bukan buat bergaya, bahaya buat sipil
Jenderal Gatot: TNI pernah hancur karena ikut politik praktis
Jatuh bangun prajurit Kostrad jaga patok batas RI dari tangan jahil
Deretan alutsista Indonesia jadi sorotan dunia

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.