Jokowi minta pembangunan transportasi massal dipercepat
Jokowi minta pembangunan transportasi massal dipercepat. Jokowi mencontohkan di saat Indonesia masih membahas High Speed Train, negara lain telah berbicara bahkan telah memiliki hyperloop. Ini membuktikan Indonesia memang tertinggal dengan negara-negara lain.
Presiden Joko Widodo mengingatkan Indonesia jauh tertinggal dari negara lain dalam hal pembangunan dan pelayanan transportasi massal. Oleh sebab itu, Kepala Negara meminta pembangunan transportasi massal, seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) dipercepat.
"Dalam pembangunan transportasi massal, baik berupa MRT, LRT, dan yang lain-lainnya kita harus berani mengejar ketertinggalan itu," ujar Jokowi dalam pengantar rapat terbatas membahas perkembangan High Speed Train di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (25/7).
Jokowi mencontohkan di saat Indonesia masih membahas High Speed Train, negara lain telah berbicara bahkan telah memiliki hyperloop. Ini membuktikan Indonesia memang tertinggal dengan negara-negara lain.
"Oleh sebab itu kita jangan kehilangan momentum dan terkait dengan high speed train kita sudah bahas dalam beberapa kali pertemuan dan pada sore hari ini saya ingin mendengar laporan mengenai perkembangan di lapangan, baik untuk yang Jakarta-Bandung maupun juga untuk rencana Jakarta-Surabaya," tukasnya.
Baca juga:
Intip dampak masalah BUMN panas bumi di proyek listrik Jokowi
Kereta tanpa awak Bandara Soekarno-Hatta diuji coba awal Agustus
Ada pembangunan gardu Tol Becakayu, lalu lintas Kalimalang dialihkan
Pembangunan konsep superblok jadi salah satu solusi kemacetan
Di depan alumni PTN, Menhub sebut tol laut Jokowi belum optimal
Sri Mulyani: Pembangunan infrastruktur belum turunkan kemiskinan