LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi Minta Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air dari KBB Prioritaskan Keselamatan

Kepala negara meminta masalah keamanan para pilot ditanyakan langsung ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atau Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

2023-03-21 12:26:33
Susi Air
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta operasi penyelamatan pilot Susi Air Captain Philips Mehrtens yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dilakukan sangat hati-hati. Jokowi menginginkan keselamatan sandera menjadi prioritas.

Dia menyebut, bahwa pihaknya sudah membahas mengenai masalah masalah pilot Susi Air yang disandera KKB pada rapat terbatas Senin (20/3) malam.

"Tadi malam kita rapat internal salah satunya membahas itu. Yang paling penting dengan penuh kehati-hatian agar tetap keselamatan menjadi yang utama," kata Jokowi dalam pernyataan pers di Papua seperti dalam dilihat dalam tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/3).

Advertisement

Kepala negara meminta masalah keamanan para pilot ditanyakan langsung ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atau Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

"Tadi malam sudah kita bicarakan mengenai itu. Nanti ditanyakan ke Kapolri atau ke Panglima," ujar Jokowi.

Advertisement

TNI telah mengetahui lokasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menyandera pilot Susi Air Captain Philips M. Pilot asal Selandia Baru ini disandera usai pesawat Susi Air yang dikemudikan dibakar KKB.

"Sesuai informasi kita sudah tahu beberapa titik. Karena kita memang tidak bisa fix tahu. Kita melalui sarana yang kita miliki, baik itu pesawat udara, maupun intelijen yang lain kita sudah mengetahui beberapa lokasi di wilayah Papua yang dimungkinkan itu adalah posisi mereka," kata Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Kisdiyanto kepada wartawan, Rabu (15/3).

Meski begitu, tidak mudah untuk langsung melakukan penyelamatan terhadap pilot Susi Air tersebut. Oleh karenanya, saat ini sedang melakukan negosiasi.

"Tapi tentunya dengan medan Papua yang sedemikian berat, ada risiko kalau kita langsung mendekat ke situ. Kan kelompok mereka mengancam, kalau TNI maju, sandera akan dibunuh. Itu yang kita hindari," ujarnya.

Meski demikian, Kisdiyanto memastikan tidak adanya penambahan pasukan untuk operasi penyelamatan pilot Susi Air.

"Setahu kami tidak ada penambahan pasukan. Itu adalah satuan wilayah yang ada di Papua, baik itu di Papua Barat maupun di Papua sendiri," tegasnya.

TNI-Polri mengedepankan negosiasi terhadap KKB saat melakukan penyelamatan sandera. Sebab, operasi yang dilakukan bukan merupakan operasi militer.

"Karena operasi tersebut adalah bersifat penegakkan hukum bukan bersifat operasi militer. Sehingga, yang lebih yang dikedepankan adalah bagaimana ini selamat," sambungnya.

Dia menegaskan, bisa saja pasukan TNI langsung melakukan penyerangan terhadap KKB pimpinan Egianus Kogoya. Namun, menurut dia, aksi tersebut bisa menimbulkan risiko yang tinggi bagi sandera.

"Kita bisa aja, TNI kita punya pasukan khusus, baik darat laut maupun udara, kita bisa langsung eksekusi Egianus Kogoya dan kelompoknya. Tapi tentu itu beresiko terhadap sandera," tegasnya.

"Sehingga, dari pemerintah kita sedang melaksanakan negosiasi dulu, bagaimana sandera ini bisa selamat. Jadi sampai saat ini satuan TNI yang ada di wilayah Papua itu sedang melaksanakan atau sedang operasi di wilayah tersebut, untuk pengamanan membantu penegakkan hukum tersebut," pungkasnya.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.