Jokowi minta Mendikbud gencar kampanyekan anti penindasan di sekolah
Jokowi juga minta perketat pengawasan televisi yang menyiarkan tayangan tak mendidik bagi anak.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas dengan agenda membahas pencegahan tindak kekerasan dan penindasan (bullying) terhadap anak-anak. Jokowi menginstruksikan agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan untuk menggencarkan kampanye anti perundungan.
"Saya minta kepada Mendikbud untuk gencar mengkampanyekan antibullying di sekolah. Penguatan pendidikan karakter budi pekerti serta mengajarkan sikap kepada anak," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/1).
Diakui Jokowi, kasus tindak kekerasan dan penindasan terhadap anak-anak, baik dalam bentuk kekerasan seksual, kekerasan fisik maupun kekerasan psikis, saat ini semakin marak. Bahkan, kata Jokowi, kasus-kasus ini terlihat seperti fenomena gunung es di permukaan.
Di permukaan, yang tercatat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak 2011 sampai Agustus 2015, hanya sebanyak 369 pengaduan terkait masalah perundungan.
"Namun sampai kini jumlah kasus kekerasan dan penindasan terhadap anak yang tidak terlaporkan ini masih sangat besar," ucap Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi meminta perhatian semua pihak untuk mencegah dan untuk menangani kasus-kasus perundungan. Kunci pencegahan dan penanganan kasus perundungan, menurut Presiden, terletak pada edukasi masyarakat, keluarga, dan anak-anak untuk menjadi bagian dari pencegahan, pemantauan dan pengawasan terhadap perilaku perundungan.
"Saya juga minta kepada Komisi Penyiaran Indonesia untuk mempertegas aturan pertelevisian nasional sehingga dapat memberikan filter tayangan televisi yang tidak ramah kepada anak," tutup Jokowi.
Baca juga:
Istri pejabat di Filipina merantai bayinya seperti anjing
Setiap menit teror bully terjadi
Tak kuat dibully, ada anak sampai bunuh diri
Bullying di FB bisa goncang jiwa anak