Jokowi minta masukan Persi soal pencemaran limbah medis
Presiden Joko Widodo menginginkan kasus pencemaran limbah medis tidak terjadi lagi. Hal ini disampaikannya dalam Kongres Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/10).
Presiden Joko Widodo menginginkan kasus pencemaran limbah medis tidak terjadi lagi. Hal ini disampaikannya dalam Kongres Persi (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (17/10).
"Saya dengar ada dua tersangka (kasus pencemaran limbah medis). Hal-hal seperti ini yang harus kita selesaikan," tegas Jokowi.
Guna memutus rantai pencemaran limbah medis, Jokowi meminta masukan dokter dan tenaga medis. Apakah masukan tersebut terkait dengan revisi undang-undang pengelolaan limbah medis atau langkah kongkret lainnya.
"Tolong saya diberi masukan detail sehingga saya bisa memutuskan entah revisi UU atau apa. Kita memang terlalu banyak peraturan. Saya sudah mulai putus-putus yang namanya aturan regulasi," tuturnya.
Jokowi menyadari banyaknya regulasi kerap menyulitkan tenaga medis dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, Jokowi meminta DPR untuk tidak membuat banyak UU.
"Saya bilang ke DPR, UU jangan banyak-banyak ah. Regulasi menteri jangan terlalu banyak, regulasi yang paling penting etika moral tanggung jawab profesi masing-masing. 42.000 regulasi bayangkan kita sendiri yang pusing," ujar dia.
Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menetapkan dua direktur rumah sakit di wilayah setempat sebagai tersangka kasus pencemaran limbah medis. Kedua tersangka tersebut adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD-CND) dan pimpinan Rumah Sakit Swasta.
Kasus pencemaran limbah medis ini melibatkan tiga rumah sakit di Aceh Barat, yakni RSUD-CND Meulaboh, Rumah Sakit Swasta Montella, dan Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat.
Baca juga:
Sudah 7 tahun, warga di Tangerang terpaksa mandi pakai air limbah
Inalum diminta tunggu Freeport selesaikan masalah lingkungan sebelum bayar saham
Tak tahan bau busuk pabrik PT RUM, ratusan ibu-ibu demo
Alat pendukung Nano Bubble di Kali Item hilang dicuri
Memantau teknologi Plasma Nano Bubble di Kali Item
Tak tahan bau busuk, warga desak pabrik serat rayon PT RUM ditutup