LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi Minta Laporan Perkembangan Bibit Vaksin Merah-Putih

Jokowi menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin tersebut.

2020-09-09 14:05:13
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima tim vaksin merah-putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan vaksin tersebut sangat penting untuk segera diproduksi, sehingga dapat menangani krisis kesehatan dan ekonomi di Indonesia.

"Penemuan dan produksi vaksin Covid ini sangat penting untuk dapat segera menangani krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Oleh sebab itu pagi hari ini saya mengundang Bapak dan Ibu sekalian untuk mendapatkan laporan mengenai perkembangan vaksin Merah Putih," kata Jokowi di hadapan para Tim vaksin nasional merah putih dan tim nasional percepatan pengembangan vaksin Covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9).

Jokowi menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin tersebut. Tidak hanya untuk mempercepat agar masyarakat dapat segera menerima vaksin tersebut. Dia juga mengatakan pembuatan vaksin tersebut adalah salah satu cara menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia untuk mengembangkan vaksin sendiri.

Advertisement

"Kita mampu mandiri dengan vaksin yang kita kembangkan dan kita produksi sendiri," ungkap Jokowi.

Sebelumnya diketahui Penanggung Jawab Tim nasional percepatan pengembangan vaksin Covid-19, Bambang Brodjonegoro menjelaskan lembaga Eijkman yang saat ini sudah mengembangkan vaksin merah putih dengan platform protein rekombinan. Prosesnya, kata Bambang sudah mencapai 50 persen dan diselesaikan awal tahun depan.

Advertisement

"Proses mencapai 50 persen dari tugas Eijkman mengembangkan bibit vaksin di laboratorium di mana targetnya akhir tahun ini uji pada hewan sudah bisa diselesaikan sehingga awal tahun depan, sekitar Januari bisa diserahkan ke PT Bio Farma," kata Bambang.

Setelah itu kata Bambang, Eijkman nantinya akan menyerahkan bibit vaksin tersebut pada PT Bio Farma. Lalu dilakukan formulasi uji klinis mulai dari tahap I,II, dan III.

"Setelah uji klinis selesai dan BPOM menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk digunakan dan cocok untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap Covid-19, maka produksi dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma," ungkap Bambang.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.