Jokowi minta GMNI selamatkan bangsa dari gerakan radikalisme
Tak hanya pimpinan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Presiden Joko Widodo juga mengundang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi meminta GMNI ambil bagian dalam menangkal gerakan radikalisme di kampus-kampus.
Tak hanya pimpinan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Presiden Joko Widodo juga mengundang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi meminta GMNI ambil bagian dalam menangkal gerakan radikalisme di kampus-kampus.
"Presiden menyampaikan agar GMNI bisa mengambil peran bersama dengan teman-teman organisasi lain yang kemudian bisa menyelamatkan bangsa kita dari radikalisme di Indonesia ini," kata Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (31/7).
Selama pertemuan, Jokowi dan GMNI menyoroti ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. GMNI mengapresiasi upaya Jokowi menyelamatkan Pancasila dari tekanan kelompok-kelompok radikal.
"Terutama menyelamatkan bangsa dari persoalan-persoalan gerakan radikalisme dengan lahirnya Perppu (Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan)," ucap Chrisman.
GMNI juga mengapresiasi langkah Jokowi yang memperhatikan kekayaan alam Indonesia, terutama kekayaan alam di Papua. Selain itu, GMNI menyampaikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di sektor pembangunan.
"Ke depan GMNI siap menjadi mitra strategis dan kritis pemerintah untuk kemudian mencapai masyarakat yang dicita-citakan seperti amanat para pendiri bangsa terdahulu untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur," sambung dia.
Menanggapi masukan tersebut, Jokowi mengaku berupaya konsisten dan mengoptimalkan langkah membangun bangsa.
"Dan bapak presiden juga mengatakan berupaya maksimal untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dan apa namanya memberikan kesejahteraan pada masyarakat," tuntas Chrisman.
Baca juga:
Perangi paham radikal, ustaz Mesir berdakwah di stasiun
Membendung propaganda radikalisme dengan konten damai di dunia maya
Buya Syafii Maarif tegaskan Islam tak mengajarkan teror
Akademisi nilai butuh kesamaan persepsi buat tangkal radikalisme
Mendagri minta warga Dayak tegaskan sikap antara lawan dan kawan