LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi minta ASEAN bersatu perangi peredaran narkoba

Presiden Joko Widodo menyinggung soal ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas dalam peringatan 50 tahun ASEAN. Ancaman terorisme merupakan ancaman nyata yang perlu direspon dengan segera.

2017-08-11 13:07:41
ASEAN
Advertisement

Presiden Joko Widodo menyinggung soal ancaman terorisme dan kejahatan lintas batas dalam peringatan 50 tahun ASEAN. Ancaman terorisme merupakan ancaman nyata yang perlu direspon dengan segera.

"Serangan terorisme di Marawi menjadi wake up call bagi kita," kata Jokowi dalam sambutannya di ASEAN Hall, Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Indonesia telah menggagas pertemuan trilateral bersama Filipina dan Malaysia untuk membahas perkuatan pemberantasan terorisme di Manila, 22 Juni 2017. Selain terobosan itu, Indonesia juga kembali menggagas pertemuan regional bersama Australia, Selandia Baru, Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina di Manado, 29 Juni 2017. Jokowi menekankan, ASEAN harus bersatu menggalang kerja sama, memperkuat sinergi untuk memerangi terorisme.

"Saya yakin dengan kerja sama yang lebih erat, lebih kuat, kita bersama-sama akan mampu melawan ancaman terorisme di kawasan ini," ujanya.

Kejahatan lintas batas tidak kalah penting untuk direspon cepat. Misalnya perdagangan obat-obatan terlarang lintas negara. Jokowi menegaskan, ASEAN
harus menyatakan perang kepada narkoba dan obat-obat terlarang.

"Kita tidak ingin pemuda ASEAN kehilangan masa depannya karena dirusak obat-obat terlarang ini. Tidak ada jalan lain kecuali bersatu menyelamatkan ASEAN dari narkoba dan obat-obat terlarang," ucap dia.

Sebelumnya, Jokowi melihat ada banyak tantangan sulit yang dihadapi ASEAN. Baik tantangan ekonomi maupun politik. Dari sisi politik, ASEAN akan menghadapi rivalitas negara-negara besar yang saling berebut pengaruh di kawasan Asia Tenggara maupun di level Global.

"Di tengah rivalitas kepentingan negara-negara besar itu, ASEAN harus mampu menjaga kesatuan dan sentralitasnya. Hanya dengan bersatu ASEAN akan bisa menjaga sentralitasnya, mewujudkan cita-cita bersama. Hanya dengan bersatu ASEAN akan bisa menentukan masa depannya sendiri tanpa harus didikte oleh kepentingan negara-negara besar," ujarnya.

Baca juga:
Jokowi: Hanya dengan bersatu ASEAN bisa tentukan masa depan sendiri
Hubungan Rusia-ASEAN kian menguat, ini buktinya
Mulai 8-13 Agustus, AirAsia sebar tiket mulai Rp 155.510 ke ASEAN
BPK RI terpilih sebagai sekretariat ASEANSAI 2018-2023
Filipina apresiasi kinerja Indonesia untuk ASEAN
Para Menlu ASEAN desak Korut hentikan konflik di Semenanjung Korea

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.