LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi menang, Agung sarankan Ical segera evaluasi koalisi

Agung menganggap, koalisi permanen dengan Prabowo-Hatta hanya menjadi bagian masa lalu.

2014-07-23 23:34:00
Partai Golkar
Advertisement

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono menyarankan partainya segera melakukan evaluasi koalisi. Dalam Pilpres 2014 ini, Golkar memutuskan mendukung pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta.

"Ya memang sebaiknya seperti itu, karena harus dilihat dulu, ini sudah saatnya untuk melihat lagi, perlu perubahan atau tidak, harus yang pas," ungkap Agung di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/7).

Evaluasi koalisi itu akan membahas sikap partainya apakah menjadi partai oposisi atau pendukung pemerintahan yang baru. "Karena apakah itu kami oposisi. Kan oposisi selalu memiliki karakternya apriori, apapun yang diputuskan, dirancang ditolak," ujarnya.

Menurut Agung, jika partainya tetap mendukung pemerintahan, tidak oposisi, maka harus tetap mengkritisi. Sebab, kata Agung, pihaknya tidak ingin hanya sekadar mendukung namun mengesampingkan kesejahteraan rakyat.

"Kalau mendukung kan apapun selalu dibenarkan, harus didukung, salah pun didukung atau tidak sesuai dengan tujuan nasional juga didukung, tidak begitu," ujarnya.

Kemudian, lanjut Agung, jika partainya oposisi pihaknya juga tidak ingin bersifat apriori. Menurut Agung, oposisi yang baik juga turut mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasa kurang tepat.

"Tidak harus menyatakan diri oposisi lalu menjadi apriori, tapi alangkah baiknya kami ingin mendukung pemerintah dalam arti mensukseskan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Tapi tanpa kehilangan daya kritisnya tetap terbuka ruang demokrasi," jelasnya.

Agung menambahkan, masalah koalisi kepada pasangan Prabowo-Hatta yang sempat dipermanenkan adalah masa lalu. Hal itu menjadi bagian dari proses pemilihan saja.

"Bagi saya ke depan, ya bagi partai politik harus melihat apakah oposisi, apa pendukung tapi kritis atau pendukung sepenuhnya. Nah menurut saya perlau ada evaluasi di sini. Saya tidak pada tempatnya mengajar pada Golkar. Namun, menurut saya perlu ada evaluasi bisa saja bergeser haluannya agar pas," katanya.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.