Jokowi memastikan erupsi Gunung Sinabung masih akan terjadi
Saat ini, lanjut Jokowi, pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan 370 unit perumahan di Desa Siosar, untuk ditempati oleh ribuan pengungsi korban erupsi Sinabung
Presiden Joko Widodo mengatakan erupsi Gunung Sinabung diperkirakan masih akan terjadi. Untuk itu, ia stakeholder terkait mengevakuasi warga sekitar.
"Pemerintah merelokasi warga pengungsi ke lokasi hunian tetap di Desa Siosar, untuk menyelamatkan penduduk dari bahaya erupsi Sinabung," ujar Jokowi usai meninjau warga di Desa Siosar, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (14/10).
"Namun, warga yang berada di daerah rawan terkena erupsi Gunung Sinabung itu, telah diungsikan ke lokasi dianggap aman," tambahnya.
Saat ini, lanjut Jokowi, pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan 370 unit perumahan di Desa Siosar, untuk ditempati oleh ribuan pengungsi korban erupsi Sinabung
Pembangunan perumahan tersebut, merupakan tahap pertama dan saat ini telah seluruhnya ditempati warga di Desa Siosar.
Sedangkan, pembangunan perumahan tahap kedua, yang akan dihuni 1.873 kepala keluarga (KK) sedang lagi dikerjakan dan direncanakan akhir tahun 2017 selesai.
"Pembangunan perumahan tahap ketiga, untuk ditempati oleh 1.080 KK pengungsi Sinabung, lahannya seluas 470 hektare sudah didapat dan mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," jelasnya.
Kunjungan Jokowi sendiri untuk melakukan pengecekan warga korban erupsi Gunung Sinabung di relokasi ke daerah itu, dan sekaligus memberikan bantuan sembako kepada ratusan penduduk.
Dalam kunjungannya, Jokowi sempat berbincang dengan salah satu warga Desa Siosar, Suruiten Surbakti (47) yang merupakan eks pengungsi erupsi Desa Sinabung asal Desa Bekerah.
Dalam perbincangan dengan Jokowi, warga tersebut merasa bangga dan senang bisa bertemu secara langsung dengan Presiden RI.
Presiden Jokowi juga menikmati keindahan alam Desa Siosar, berada di kawasan perbukitan 'Puncak 2.000' dan menyaksikan dari jauh Gunung Sinabung.
Ratusan rumah tersebut, ditempati tiga desa, yakni Desa Simacem, Desa Suka Meriah, dan Bekerah, Kecamatan Namantran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, seperti diberitakan Antara.(mdk/rhm)