LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: Krisis Covid-19 Menunjukkan Ketahanan Kesehatan Global Rapuh

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menuturkan bahwa dibutuhkan solusi yang permanen agar dunia mampu hadapi permasalah kesehatan yang tidak terduga seperti, pandemi Covid-19.

2022-01-20 18:46:24
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Jokowi mengatakan, krisis Covid-19 menunjukkan ketahanan kesehatan global rapuh. Menurut Jokowi, di tengah situasi ini, peran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mencakup banyak hal strategis.

"Kita harus mengevaluasi kondisi saat ini. Kolaborasi saat ini seperti Covax Facility hanyalah solusi sesaat. Dan juga peran WHO belum mencakupi banyak hal strategis bagi kehidupan dunia," kata Jokowi saat berbicara dalam World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Kamis (20/1).

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menuturkan bahwa dibutuhkan solusi yang permanen agar dunia mampu hadapi permasalah kesehatan yang tidak terduga seperti, pandemi Covid-19. Untuk itu, kata Jokowi, Indonesia akan memperjuangkan penguatan arsitektur kesehatan dunia di Presidensi G20 2022 mendatang.

Advertisement

Jokowi Ingin Badan Kesehatan Dunia Sektor Keuangan

Selain itu, Jokowi melanjutkan, Indonesia ingin ada sebuah badan kesehatan dunia di sektor keuangan yang mirip Dana Moneter Internasional (IMF). Badan tersebut akan bertugas menggalang sumber daya kesehatan dunia.

"Kemudian juga merumuskan standar protokol Kesehatan global yang antara lain mengatur perjalanan lintas batas negara agar standar protokol kesehatan di semua negara bisa sama," kata Jokowi.

Advertisement

Kendati begitu, dia mengakui butuh pembiayaan bersama untuk arsitektur baru sistem ketahanan kesehatan dunia tersebut. Namun, Jokowi menyebut biaya yang dikeluarkan jelas lebih kecil dibandingkan kerugian dunia saat kerapuhan sistem kesehatan global akibat pandemi Covid-19.

"Seharusnya negara maju tidak keberatan untuk mendukung inisiasi bersama ini. Dan tentu saja G20 akan sangat berperan sekali dalam menggerakkan pembangunan arsitektur ketahanan kesehatan global ini. Artinya, dibutuhkan sebuah kesepakatan bersama di G20 terlebih dahulu," tutur Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham/Liputan6.com

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.