Jokowi ke Riau karena disurati warga soal mafia sawit
Warga khawatir kehilangan sumber mata pencaharian dan tempat tinggal mereka.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengunjungi Kampung Sagu di Desa Sungai Tohor di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kedatangan Jokowi lantaran sebelumnya disurati oleh warga penghasil sagu terbanyak di Sumatera itu, yang khawatir desanya dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI) oleh mafia perkebunan sawit di Riau.
Sebab, para pengusaha perkebunan di Riau, sudah tidak asing lagi kerap membeli lahan warga dan menyewa lahan negara untuk dibuka sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Kalau itu terjadi di Kampung Sagu, warga khawatir kehilangan sumber mata pencaharian dan tempat tinggal mereka.
Komandan Korem 031 Wirabima Riau, Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto kepada merdeka.com Rabu (26/11) membenarkan hal itu. Menurutnya warga ingin agar presiden Jokowi melestarikan lahan tanaman Sagu yang langka di Desa Sungai Tohor tersebut.
"Di Sungai Tohor itu, banyak tanaman Sagu, jadi warga tak ingin kampung mereka dijadikan areal HTI. Makanya mereka mengirim surat kepada Pak Presiden, lalu pak Presiden akan kesana tadi, tapi belum jadi, hanya melalui udara," ujar Prihadi.
Kebatalan Presiden Jokowi ke Sungai Tohor disebabkan cuaca di Riau yang belakangan ini sering turun hujan. Taka ayal, 3 helikopter yang ditumpangi istri dan kedua anak Presiden Jokowi Kahyang Ayu dan Kaesang Pangarep serta Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Mensesneg Pratikno batal mendarat di kampung Sagu.
Menurut Informasi, Kamis (27/11) pagi sekitar pukul 08.00 wib, Presiden Jokowi yang tak ingin kecewakan masyarakat Kampung Sagu, akan mendarat di sana. Selanjutnya, pada pukul 10.00 wib, dijadwalkan akan kembali ke Istana Negara, Jakarta.(mdk/ren)